Berita

Usaha Logistik Lippo Group dengan Sumitomo Perkuat Strategi Bisnis

VIVA – Lippo Group menggandeng Sumitomo Corporation untuk memperkuat bisnis logistiknya. Melalui anak usahanya PT Reka Cakrabuana Logistik, keduanya melakukan penetrasi lebih dalam ke sektor logistik end to end logistic solution.

Dengan kerja sama tersebut Reka Cakrabuana melakukan rebranding dari Red Carpet Logistic menjadi Qrim Express. Selain itu, perusahaan yang sebelumnya menyasar segmen business to customer (B2C) mulai mengembangkan customer to customer (C2C).

Chief Strategy Officer Qrim Express Tetsushi Kuroda menjelaskan, Sumitomo investasi 40 persen saham di Reka Cakrabuana Logistik. Nantinya, dana yang diinvestasikan itu untuk mengembangkan bisnis C2C di Indonesia. 

Dia menjelaskan, untuk pasar logistik sebanyak 80 persen sudah didominasi konsumen ritel saat ini. Karena itu, langkah masuk ke sektor C2C ini untuk memperluas pangsa pasar.  

Qrim Express juga akan memanfaatkan jejaring kekuatan dua koorporasi besar itu sebagai jejaring layanan. Antara lain, memanfaatkan jejaring BTPN yang sudah merger dengan Bank Sumitomo Mitsui pada awal tahun ini. 

Dengan modal agen BTPN Wow yang mencapai 400 ribu outlet di seluruh Indonesia, nantinya Qrim Express bisa memanfaatkan sebagai ritel outlet untuk pengiriman.

Menurutnya, Sumitomo juga sudah lakukan beragam bisnis secara global. Di Jepang sendiri, layanan mereka sudah memakai pendekatan hi-tech logistic service.  Ia optimis, bisnis Qrim Express akan berkembang.

“Kami akan kenalkan layanan hi-tech logistic service seperti di Jepang (Untuk) di Indonesia,” kata Tetsushi dikutip dari keterangan resminya, Jumat 14 Juni 2019. 

Sementara itu, Chief Executive Oficer Qrim Express, Abdul Rahim Tahir menambahkan, langkah bisnis ini dilakukan perusahaan di tengah suasana optimisme industri logistik nasional saat ini. Pada 2019, sektor logistik diprediksi tumbuh 11,56 persen menjadi Rp889,4 triliun dan berkontribusi sebesar 5,55 persen pada GDP nasional.

Direksi Qrim Exspres.

Dia mengungkapkan, untuk pengembangan C2C, Qrim Express manargetkan 700 outlet atau service center yang akan selesai tahun ini dan 1.500 outlet hingga tahun depan. Sementara, saat ini perusahaan sudah memiliki 200 outlet. 

Ekpansi juga terus dilakukan dengan memperluas gudang yang ada di kawasan Pancoran, Jakarta, dari 1.500 meter persegi menjadi 4.500 meter persegi. 

Menurut Tahir, nantinya gudang tersebut akan memiliki mesin sortir otomatis yang dapat meng-handle 6.000 paket per jam. Untuk mendatangkan mesin tersebut, perusahaan menginvestasikan dana sebesar US$500 ribu hingga US$1 juta. 

“Oktober kita datangkan mesin itu,” ujar Tahir.

Sebagai informasi, Qrim Express saat ini telah hadir di 156 kota di seluruh Indonesia yang diperkuat oleh 423 kurir dengan jumlah armada sebanyak 515 unit kendaraan. Pada September 2019 mendatang, pihaknya akan melakukan grand launching dan mengeluarkan aplikasi untuk konsumen.