fbpx
Berita

Trik Bikin Foto Traveling Terbaik Ala Influencer

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

VIVA – Traveling sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat terutama kaum milenial. Jika bicara traveling pun tidak lepas dengan foto-foto.

Selain untuk mengingat momen tersebut di kemudian hari, kehadiran media sosial, terutama Instagram semakin membuat orang ingin mengunggah foto-foto momen bahagia, seperti traveling. Sebelum membagikannya di media sosial, biasanya lebih dahulu dipilih foto terbaik.

Nah, untuk mengabadikan momen traveling yang instagramable bisa dibilang gampang-gampang susah. Apalagi bagi pemula di dunia fotografi. Namun influencer travel, Wahyu Mahendra membagikan triknya untuk mendapatkan hasil foto terbaik.

Pertama, jika ingin memasukkan unsur manusia, hindari background yang terlalu ramai. Berikan ruang kosong, jika ada objek manusia sebagai fokus utama. Kedua, cari waktu terbaik untuk mengambil foto terutama untuk foto pemandangan alam. Waktu-waktu itu terbagi menjadi dua sesi, yakni pagi dan sore hari.

“Untuk pagi hari, waktu terbaik mengabadikan momen mulai pukul 06.00-09.00, sedangkan untuk sore hari mulai dari pukul 16.30-18.30,” katanya kepada VIVA di Jakarta, belum lama ini.

Tak cuma itu, pria asal Bali ini mengatakan, jika Anda ingin mengabadikan foto diri di objek wisata tertentu harus memperhatikan baju yang dikenakan. Saat ingin menggabungkan unsur baju dengan orang dan lanskap, pakai baju yang senada dengan lanskap atau background atau carilah warna yang mencolok.

“Jadi ketika melihat foto ini, orang ini menjadi focus interest,” ujar Instagram traveler ini.

Sementara bagi yang ingin memburu foto sunrise, yang perlu diperhatikan adalah mencari tahu lokasi yang akan dituju sehari sebelum melakukannya. Anda bisa datang lebih awal di hari sebelumnya dan mencari lokasi yang pas untuk mengambil foto sunrise demi mendapatkan foto terbaik.

“Kalau memang enggak sempet bisa searching di internet, saya selalu melakukan itu. Saya selalu cek kayak foto orang (di situ) apa, angle yang bagus seperti apa. Begitu sampai sana, cek dan tinggal memainkan kreativitas kita mencari angle beda yang bagus gimana,” tutur dia.

Untuk mode manual atau otomatis pada penggunaan kamera dalam mengambil gambar, pemilik nama lengkap I Wayan Wahyu Mahendra ini menyarankan menggunakan mode manual (M) yang terdapat pada kamera.

“Nanti tinggal atur ISO, shutter speed dan diafragma atau bukaan kita bisa atur karena alam kan, kita enggak tahu gimana kondisinya. Kadang mendung atau cerah, maka penting untuk setting kamera,” ucapnya.

Nah bagi pemula harus tahu tiga teknik penggunaan ISO, bukaan atau diafragma dan shutter speed. Untuk diafragma, semakin besar angka yang diatur, maka cahaya yang masuk akan semakin kecil. Sedangkan untuk shutter speed, semakin tinggi angka maka semakin cepat kamera menutup cahaya.

“Seper 600 ini gelap kalau seper 100 ini terang. Kalau ISO aku enggak pernah otak-atik, biarkan normal di 100-200,” kata Wahyu.

Artikel Lainnya:

    None Found