Berita

Sri Mulyani Wanti-wanti Waduk Sindangheula Dikelola untuk Wisata

Serang – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengecek proyek bendungan Sindangheula di Serang, Banten. Di kesempatan itu, ia mewanti-wanti pengelolaan bendungan jika nanti sudah dioperasikan.

Sri Mulyani dan Basuki diterima Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian, Tris Raditian. Tris menerangkan bahwa genangan bendungan ini akan mencapai 129 hektare dari total tanah yang dibebaskan seluas 155 hektare.

Bendungan Sindangheula katanya bisa menjadi pasokan air baku di Serang dan Cilegon, irigasi dan potensi 0,4 megawatt. Plus, kawasan ini juga kan jadi tempat pariwisata.
“Nanti dikelolanya seperti apa. Ini buat pariwisata lho,” tanya Sri Mulyadi di Serang, Banten, Jumat (15/3/2019).

“Nanti ada perda yang dibuat. Misalkan tidak boleh ada keramba ikan,” jawab Tris Raditian .

Menurut Sri Mulyani perlu ada wisata lain jika kemudian waduk akan digunakan sebagai tempat wisata. Meskipun keramba dilarang, ikan menurutnya tetap harus ada di waduk.

Sementara, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ada 20 hektare lagi tanah di Sindangheula yang masih belum dibebaskan. Namun, proses pembebasan sedang diurus melalui bantuan dari Pemprov Banten dan konsinyasi di pengadilan.

“Tinggal 20 hektare lagi sedang konsinyasi,” katanya.

Selain untuk pasokan air baku dan irigasi se-Serang dan Cilegon, Sindangheula memang katanya akan dijadikan lokasi pariwisata lokal.

“Saya kira ini nanti jadi daerah wisata,” ujarnya. (bri/hns)