Berita

RI Butuh Minimal 7 Persen Dana APBN Buat Infrastruktur agar Jadi Negara Maju

Liputan6.com, Jakarta – Pusat Studi BUMN (PSB) menyelenggarakan seminar nasional dengan tema Kebangkitan BUMN dalam Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan. Seminar ini merupakan seminar kedua yang diadakan PSB setelah seminar pertama bertema Kebangkitan BUMN Sektor Perhubungan.

Seminar nasional ini diadakan untuk mensosialisasikan potensi BUMN kepada para investor. Diharapkan nantinya akan terjadi kerja sama dalam pembangunan infrastruktur yang lebih baik.

“Gencarnya pembangunan infrastruktur menjadi peluang sekaligus tantangan bagi BUMN bidang karya maupun BUMN sektor pembiayaan untuk berperanserta secara langsung,” ungkap Tjipta Purwita, Ketua Panitia Seminar Nasional dalam sambutannya di Jakarta, Selasa, (19/02/2019).

Seminar nasional ini menghadirkan beberapa BUMN sektor karya yaitu PT PP (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) dan PT Jasa Marga.

Turut hadir pula beberapa perusahaan dari sektor pendanaan yaitu PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Nasional Indonesia (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) dan PT Sarana Multi Infrastruktur.

Berdasarkan UU BUMN No. 19 pasal 66, pemerintah dapat menugaskan BUMN untuk melakukan fungsi kemanfaatan umum, termasuk mendukung pembangunan infrastruktur. Hal ini disambut oleh BUMN sektor karya dengan menyiapkan proyek-proyek dan mempresentasikannya di hadapan investor untuk mendapatkan pendanaan sesuai dengan prediksi.

“Pembangunan infrastruktur merupakan pondasi pembangunan negara. Indonesia memerlukan minimal 7 persen anggaran infrastruktur agar dapat menjadi negara maju,” pungkasnya.

Setelah seminar nasional ini selesai, diharapkan dapat terjadi kesepahaman mengenai potensi dan proyek BUMN dalam pembangunan infrastruktur. PSB juga berencana untuk merangkum hasil diskusi dari setiap seminar menjadi sebuah buku tentang BUMN/BUMS.

2 dari 3 halaman

Prabowo Kritik Pembangunan Infrastruktur Jokowi Tak Efisien

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik saat HUT ke-20 KSPI di Jakarta, Rabu (6/2). Dalam acara ini Prabowo Subianto berkesempatan untuk menyampaikan pidato politik di hadapan ratusan buruh. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto mengkritisi pembangunan infrastruktur yang dibangun Joko Widodo (Jokowi) selama 4 tahun belakangan ini.

Prabowo mengatakan dirinya menghargai apa yang dilakukan Jokowi selama ini. Namun dia menganggap masih banyak inefisiensi yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur tersebut.

“Saya menghargai niat Pak Jokowi memimpin pembangunan infrastruktur. Tapi saya juga harus sampaikan kemungkinan besar tim Pak Jokowi bekerja kurang efisien. Banyak infrastruktur dikerjakan dengan grasak grusuk tanpa feasibility study yang benar,” kata dia pada Debat Capres Kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Menurut Prabowo akibatnya banyak proyek infrastruktur yang tidak efisien dan sulit untuk dibayar.

“Ini mengakibatkan banyak proyek tidak efisien dan sulit untuk dibayar,” tandas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: