fbpx
Berita

Resmikan Pos Pantau Gunung Agung, Jonan Soroti Toilet yang Kotor

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Karangasem – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyelesaikan renovasi Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Rendang, Karangasem, Bali. Renovasi itu dilakukan guna mendukung para pengamat dalam mengawasi aktivitas Gunung Agung.

Peresmian Pos Pengamatan Gunung Api itu dilakukan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan. Acara peresmian pun dilakukan dengan sangat sederhana. Hanya ada tenda kecil dan beberapa bangku plastik yang dibalut dengan kain putih.

“Sudah tidak perlu pakai mic juga, sederhana kan,” kata Jonan di Rendang, Karangasem, Bali, Rabu (26/12/2018).

Dalam pidatonya Jonan menyambut baik upaya Badan Geologi untuk melakukan beberapa renovasi pos pengamatan gunung. Sebab menurutnya para pengamat yang cukup berjasa untuk mengamati aktivitas gunung selama ini tidak mendapatkan pos yang layak untuk ditinggali.

“Karena (pos pengamatan) lokasinya harus sedekat mungkin dari aktivitas vulkanis gunung api dia jauh dari keramaian, makanya setiap pos pengamatan harus nyaman supaya sungguh-sungguh kerja mereka,” ujarnya.

Resmikan Pos Pantau Gunung Agung, Jonan Soroti Toilet yang KotorFoto: Danang Sugianto

Ada dua bangunan di lokasi Pos Pengamatan Gunung Api di Rendang. Saat ini seluruh peralatan pengamatan pun sudah dipindahkan ke bangunan baru yang luasnya sekitar 500 meter persegi. Posisinya pun menghadap lurus langsung ke arah Gunung Agung.

“Coba kalau di sana mau mengamati apa, daun? Kalau ini kan terlihat jelas,” kata Jonan.

Sebelum menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian gedung baru itu, Jonan sempat berkeliling, mulai dari tempat kerja pemantau hingga toilet. Ada satu hal yang menjadi catatannya yakni kondisi toilet yang kotor.

“Saya sengaja ke toilet ini bukan apa, ini kan toiletnya baru tapi kok sudah kotor. Coba diajarin merawat toilet, merawat fasilitas ini dengan bersih,” tegasnya

Dia pun berpesan kepada Badan Geologi agar menginstruksikan seluruh pengamat di pos pengamatan menjaga kebersihan dan merawat fasilitas yang ada.

“Paham ya, nanti kalau saya ke sini masih kotor, kepala posnya saya suruh bersihin. Jelas ya. Ini enggak marah-marah, ini cuma merintah. Saya minta semua pos rapi tertib dan bersih,” tegasnya.

Meski begitu Jonan menyambut baik upaya Badan Geologi yang melakukan renovasi pos pengamatan gunung agung tanpa minta tambahan anggaran. Total anggaran untuk merenovasi Pos Pengamatan Gunung Api Rendang ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Pos ini juga akan menjadi standar untuk pos pengamatan gunung api lainnya.

Renovasi Gedung Kantor Pos Pengamatan Gunung Api Rendang dilakukan sekitar lima bulan. Gedung yang sudah berdiri sejak 1974 ini sebelumnya pernah direnovasi empat tahun yang lalu namun hanya kecil-kecilan. Bahkan sebelumnya di lantai dua pos ini masih menggunakan bahan kayu. (das/ara)

Artikel Lainnya: