fbpx
Berita

Rapat Tarif MRT Alot, Komisi C DPRD DKI Belum Sepakat Subsidi

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Dalam rapat penetapan tarif Moda Raya terpadu (MRT), Komisi C DPRD DKI Jakarta masih belum sepakat soal subsidi. Mereka minta pihak MRT untuk hitung kembali dan eliminasi beberapa komponen pembiayaan.

“Masih banyak hal yang menjadi perhatian bukan hanya masalah transportasi saja.

Untuk itu, kami berkesimpulan, kalau pun tarif disetujui, subsidinya yang belum kamu setuju,” ucap Ketua Komisi C, Santoso, saat rapat setelah dibuka kembali, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Santoso meminta kepada pihak MRT untuk hitung ulang, sehingga subsidi yang disusulkan tidak terlalu besar.

“Karena kita bisa bayangkan, subsidi satu penumpang Rp 21.000, tapi yang bayar maksimal itu, Rp 10.000 kalau diusulkan. Kita ambil tengah-tengah. Subsidi Rp 21.000 Orang akan lihat di sini terjadi satu ketimpangan. Kami inginkan banyak kost instrumen pembiayaan hendak bisa dikurangi dihemat, agar subsidi tidak besar,” ucap Santoso.

Sementara itu, Komisi B meminta agar penduduk Jakarta gratis MRT sampai akhir tahun. Pengenaan tarif, dilakukan pada awal 2020.

“Komisi B usulkan agar penengahan tarif MRT dan LRT, dikhususkan warga Jakarta diberlakukan di awal tahun 2020,” ucap Ketua Komisi B Suhaimi.

Menurut Suhaimi, MRT harus menggiatkan bisnis lainnya, sehingga bisa menutupi subsidi.

“Kita harap sentra bisnis dikembangkan, pengembangan bisnis bisa menyubsidi tarif,” ucap Suhaimi. (aik/hns)

Artikel Lainnya:

    None Found