Berita

Penurunan Cadangan Devisa Hingga Perang Dagang Bayangi IHSG

VIVA – Indeks harga saham gabungan atau IHSG dibuka menghijau di level 6.278,02 pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat 14 Juni 2019. Posisi itu menguat lima poin atau 0,07 persen, dibandingkan penutupan perdagangan Kamis kemarin, di level 6.273,08.

Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji menjelaskan, pelemahan IHSG pada penutupan di dua hari kemarin, yakni Rabu 12 Juni 2019 dan Kamis 13 Juni 2019, lebih karena adanya faktor domestik terkait turunnya cadangan devisa.

“Sentimen pelemahan IHSG pada hari kemarin, dari aspek domestik, ialah terkait dengan turunnya cadangan devisa per Mei 2019, sebesar US$120,30 miliar, dari data per April sebesar US$124,3 miliar,” kata Nafan, saat dihubungi VIVA, Jumat 14 Juni 2019.

Sementara itu, dari aspek global, Nafan mengakui, sejumlah hal terkait dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan China, juga masih terus membayangi. Perlambatan ekonomi global pun dinilainya, turut menjadi hal yang memperburuk kondisi tersebut.

Apalagi, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai bagaimana dan kapan kedua negara itu akan kembali membuka upaya negosiasi, guna menyelesaikan dinamika perang dagang tersebut.

Lihat Juga
  • Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta

    Negosiasi Perang Dagang Hantui Pergerakan IHSG Hari Ini

  • Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna.

    BEI Pastikan 25 Perusahaan Siap IPO Hingga Akhir 2019

  • IHSG

    Dibuka Usai Libur Panjang, IHSG Berada di Zona Hijau

“Dari eksternal ialah terkait dengan faktor-faktor perlambatan ekonomi global, serta ketidakpastian negosiasi perdagangan AS-China dalam polemik perang dagang,” kata Nafan.

Karenanya, Nafan pun mengingatkan bahwa kondisi pasar hari bisa saja menjadi sedemikian dinamis, sehingga sejumlah aspek dan kemungkinan pun masih harus terus diwaspadai.

“Meskipun IHSG dibuka menguat, tetapi perlu diwaspadai adanya faktor aksi profit taking (ambil untung),” ujarnya. (asp)