fbpx
Berita

Pengunjung Museum Jenderal Sudirman Yogyakarta meningkat

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Kami bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan terobosan salah satunya program Wajib Kunjung Museum

Yogyakarta (ANTARA) – Objek wisata Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jendral Sudirman di Jalan Bintaran Wetan, Kota Yogyakarta, mulai mengalami peningkatan sejak memasuki 2019.

“Pengunjung sejak awal tahun lumayan meningkat. Januari lalu berjumlah 1.382 dan Februari meningkat menjadi 2.495,” kata Kepala Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jendral Sudirman Heru Santoso di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, pengunjung berasal dari berbagai kalangan di antaranya siswa sekolah, mahasiswa, TNI serta Polri. Selain itu, menurut dia pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Yogyakarta, namun juga berasal dari luar daerah.

Dia mengatakan jumlah pengunjung museum setiap bulannya tidak dapat diprediksi. Namun, dia mengatakan, upaya meningkatkan jumlah pengunjung terus dilakukan di antaranya bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata DIY.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan terobosan salah satunya program Wajib Kunjung Museum. Kemudian kami juga melakukan promosi melalui media sosial instagram,” kata dia.

Dia menyebutkan jumlah koleksi hingga saat ini mencapai 595 unit di antaranya tandu, jubah, mata uang bergambar Jendral Sudirman, tanda penghargaan, radio, dan replika keris.

“Untuk koleksi setiap tahunnya belum tentu ada penambahan karena untuk menambah koleksi akan dilakukan riset terlebih dahulu mengenai benda tersebut,” kata dia.

Museum Jendral Sudirman, kata dia, baru saja selesai direvitalisasi tahap 1 di bangunan utama pada Agustus hingga Desember 2018 lalu. “Kami baru saja menyelesaikan revatilisasi tahap 1 pada sisi bangunan induk. Kemudian rencana ke depan, kami akan menjadikan museum ini berbasis multimedia,” kata dia.

Menurut dia, museum perjuangan seperti Museum Jendral Sudirman menanamkan nilai nasionalisme dan patriotisme siswa sekolah dengan menyajikan sejarah perjuangan Jendral Sudirman.

Dia berharap museum Jendral Sudirman mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi serta menjadi teladan masyarakat Indonesia.

“Siapapun yang berkunjung harapannya dapat meneladani apa yang ditinggalkan Jendral Sudirman terutama semangat pantang menyerah dan rela berkorban,” kata dia.

Sementara itu, dia mengaku hingga saat ini pihak pengelola museum tetap menggratiskan tiket masuk dan museum dibuka setiap hari pukul 08.00 hingga pukul 15.00 WIB.

 

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Artikel Lainnya:

    None Found