Berita

Pendapatan per Kapita Indonesia Naik Jadi Rp 56 Juta di 2018

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi dunia

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi dunia (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 mencapai 5,17 persen. Angka ini menjadi salah satu capaian tertinggi pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2014 lalu.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, angka pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 ini dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya nilai ekspor dan impor.

Pada kuartal IV 2018, ekspor barang Indonesia mencapai USD 44,98 miliar atau turun 4,48 persen secara kuartal to kuartal (q to q), sementara naik 1,04 persen sepanjang tahun atau year on year (yoy).

“Nilai ekspor barang Indonesia kuartal IV kurang menggembirakan,” kata Kecuk sapaan akrabnya di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Sementara, nilai impor barang Indonesia kuartal IV-2018 meningkat 0,25 persen atau senilai USD 49,85 miliar. Sepanjang 2018, impor juga naik sebesar 12,10 persen.

Kemudian, pemicu pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 juga terjadi karena penjualan mobil secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) pada kuartal IV-2018 mencapai 294.657 unit, atau turun sebesar 2,75 persen (q to q) dan naik sebesar 9,37 persen (yoy).

“Di samping itu, penjualan sepeda motor secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) pada kuartal IV-2018 mencapai 1.660.866 unit, atau turun sebesar 3,41 persen (q to q) dan naik sebesar 7,44 persen (yoy),” kata dia.

Terakhir, kata Kecuk faktor lainnya juga didorong oleh produksi semen pada kuartal IV-2018 sebesar 13,53 juta ton, atau turun 31,88 persen (q to q) dan 28,59 persen (yoy). Sedangkan penjualan semen dalam negeri pada kuartal IV/2018 sebesar 19,73 juta ton, atau naik 4,30 persen (yoy).

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com