Berita

Pagi-pagi, Darmin Rapat soal Diskriminasi Sawit RI

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pagi ini memanggil sejumlah pejabat negara untuk melaksanakan rapat koordinasi (rakor) tentang diskriminasi Uni Eropa (UE) terhadap sawit nasional.

Rapat diagendakan pada pukul 09.00 WIB dan pada pukul 16.00 WIB. Sehingga, pada hari ini akan ada dua rakor dengan tema yang sama dipimpin oleh Darmin Nasution.

Berdasarkan daftar hadir yang diterima, Senin (25/3/2019), para tamu undangan seperti Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Menteri Pertanian diwakili oleh para pejabat eselon I kementerian/lembaga (K/L) tersebut.

Sebelumnya, produk sawit asal Indonesia terus-terusan diserang kampanye hitam di Eropa. Hal itu tentu merugikan Indonesia, dan pemerintah tidak tinggal diam.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia melawan kampanye hitam tersebut.

“Indonesia akan terus melawan diskriminasi terhadap produk kelapa sawit Indonesia,” kata Retno dalam pernyataan pers tahunan di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Adapun, negara-negara Uni Eropa tengah menyusun kebijakan mengenai kebijakan Arahan Energi Terbarukan (Renewable Energy Directive II/ RED II). Kebijakan tersebut, jika nanti disahkan, bisa merugikan Indonesia dalam hal ekspor produk CPO ke Uni Eropa. RED II ini menyuarakan bahwa Uni Eropa menargetkan pemakaian energi terbarukan di UE mencapai 32% pada 2030.

Pemerintah Indonesia sendiri akan mengadukan perlakukan diskriminatif Uni Eropa kepada WTO. Dengan catatan, jika kebijakan RED II benar-benar disahkan. Oleh karena itu, pemerintah juga menyiapkan strategi lain untuk melawan sikap diskriminatif Uni Eropa.

Tonton juga video Indonesia Sepakat Lawan Diskriminasi Sawit Uni Eropa:

[Gambas:Video 20detik]

Pagi-pagi, Darmin Rapat soal Diskriminasi Sawit RI

(hek/fdl)