fbpx
Berita

OSO Securities: IHSG Diperkirakan Menguat

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Pada perdagangan awal pekan ini (04/02), IHSG ditutup melemah sebesar 0,87% ke level 6.481,45. Sebanyak delapan dari 10 indeks sektoral berakhir dalam zona merah, dimana sektor Aneka Industri dan Perdagangan memimpin pelemahan masing-masing sebesar 2,09% dan 1,47%. Adapun saham yang menjadi pemberat indeks di antaranya: BMRI, HMSP, TLKM, BBCA, ASII.

Pelemahan yang terjadi pada indeks seiring dengan minimnya sentimen positif dari dalam maupun luar negeri, selain itu para pelaku pasar juga masih menantikan data pertumbuhan ekonomi 2018 dengan perkiraan tidak menyentuh level 5,2%.

Adapun data tersebut dirilis pada Rabu (6/2). Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) sebesar Rp 517 miliar. Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0,08% ke level Rp 13.962.

Sementara itu, indeks utama bursa saham AS ditutup dalam teritori positif. Indeks Dow Jones naik 0,68%, S&P menguat 0,47%, dan Nasdaq terangkat 0,74%.

Penguatan pada mayoritas indeks AS didukung oleh optimisme pasar menantikan pidato Presiden AS, dengan harapan akan adanya pernyataan terkait perekonomian serta kemajuan dalam genjatan senjata antara AS dan China. Selain itu, earning season yang masih dalam jalur positif juga turut menggerakkan pasar.

IHSG ditutup melemah sebesar 0,9% ke level 6.481. IHSG ditutup candle bearish dengan indikator Stochastic bearish dan MACD histogram negatif dengan volume turun. Diperkirakan IHSG masih mampu menguat setelah berhasil menutup area gap dengan pergerakan di kisaran 6.446-6.555. (ara/ara)

Artikel Lainnya: