fbpx
Berita

Namanya Mau Diganti Duterte, Ini Data Perdagangan Filipina dan RI

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Presiden Filipina Rodrigo Duterte berniat mengganti nama negara yang dipimpinnya menjadi Maharlika. Di sisi lain, Filipina adalah anggota ASEAN dan punya hubungan dagang dengan negara lainnya, salah satunya Indonesia.

Mengutip data Kementerian Perdagangan periode Januari-November 2018 total perdagangan Indonesia ke Filipina tercatat US$ 7,3 miliar atau sekitar Rp 102,2 triliun (kurs Rp 14.000) lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2017 US$ 6,8 miliar.

Perdagangan ini terdiri dari perdagangan non migas sebesar US$ 7,2 miliar lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2017 US$ 6,7 miliar. Sedangkan untuk migas US$ 39.739 naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 29.536.

Dari data laman resmi setnas-asean.id nilai perdagangan Filipina terhadap Indonesia tahun 2017 untuk impor dari Indonesia mencapai US$ 6,6 miliar yakni suku cadang dan aksesoris kendaraan, bahan pangan, olahan kertas, produk farmasi, produk elektronik, bahan dan produk sereal hingga tepung dan susu.

Kemudian ekspor dari Filipina ke Indonesia adalah bahan nuklir, mesin optikal dan foto, produk elektronik, kimia organik, tembaga, sabun dan kosmetik hingga plastik.

Komoditas ekspor Filipina ke sejumlah negara antara lain semikonduktor dan produk elektronik, mesin dan alat transportasi, kayu, bahan kimia, makanan dan minuman jadi, garmen, minyak kelapa, konsentrat emas, seafood dan pisang.

Negara mitra ekspor Filipina antara lain Jepang 16,4%, Amerika Serikat 14,6%, Hong Kong 13,7%, China 11,75%, Singapura 6,1%, Thailand 4,3%, Jerman 4,1% dan Korea Selatan 4%.

Kemudian negara mitra impor Filipina adalah China 18,1%, Jepang 11,45%, Korea Selatan 8,8%, Amerika Serikat 7,4%, Thailand 7,1%, Indonesia 6,7% dan Singapura 5,9%. (kil/hns)

Artikel Lainnya: