fbpx
Berita

Menteri Pertanian Sumbar Keberhasilan Empat Tahun Kerja

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

VIVA – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman menyatakan bahwa kinerja empat tahun pemerintahan Joko Widodo di sektor pembangunan pertanian menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Kemajuan itu, kata Amran, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak tahun 2014-2018.

“Inflasi bahan makanan atau pangan turun 88,1 persen, dari 10,57 persen pada 2014, menjadi 1,26 persen pada 2017. Dan, itu capaian yang luar biasa, itu pertama kali dalam sejarah pertanian kita,” kata Amran dalam acara Rakernas Pembangunan Pertanian 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin 14 Januari 2019.

Selain itu, lanjut Amran, nilai ekspor di sektor pertanian meningkat tajam, yaitu 29,7 persen. Ia menjelaskan, pada 2016, nilai ekspor sektor pertanian sebesar Rp384.9 triliun, sedangkan di 2018, nilai ekspor pertanian mencapai Rp499,3 triliun. “Jadi, total nilai ekspor di sektor pertanian selama tahun 2015-2018 itu mencapai Rp1,7 triliun,” ujarnya.

Lebih jauh, ia katakan, kenaikan nilai investasi di sektor pertanian juga perlu diapresiasi. Menurutnya, pada 2013, nilai investasi sektor pertanian sebesar Rp29,3 triliun. Angka itu meningkat tajam hingga 110 persen pada 2018, yaitu sebesar Rp61,6 triliun. Dengan total nilai investasi Rp270,1 triliun selama 2013-2018.

Bahkan, lanjut Amran, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga mengalami peningkatan. “PDB pertanian meningkat 47,2 persen dari Rp994,8 triliun pada 2013, menjadi Rp1.463,9 triliun pada 2018, dengan total akumulasi kenaikan Rp1.375,2 triliun selama 2013-2018, atau lebih dari separuh dari Belanja Negara pada APBN 2018,” katanya.

Amran pun menyatakan, capaian keberhasilan empat tahun kinerja Kementerian Pertanian itu juga diikuti dengan meningkatnya daya beli petani, serta kesejahteraan para petani. Menurutnya, jumlah penduduk miskin di pedesaan menurun 10,87 persen dari 17,74 juta jiwa pada Maret 2013, menjadi 15,81 juta jiwa pada Maret 2018.

“Sehingga, kemajuan pembangunan di sektor pertanian ini telah menunjukkan andil besar dalam menekan kemiskinan di perdesaan,” tuturnya.

Artikel Lainnya: