fbpx
Berita

Mentan Sebut Program Cetak Sawah Naik 400% Dibanding 2014

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut program cetak sawah pada 2015-2017 naik hingga 400% dibanding 2014. Ia pun menyebut hasil ini mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.

“Kemudian bantuan alat mesin pertanian 2014 hingga 2018 mencapai 423.197 unit, meningkat 1.526%. Dengan alat dan mesin pertanian, kita bisa menghemat Rp 361 triliun,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Jumat (15/3/2019).

“Jika menanam padi secara manual, untuk satu hektare saja kita butuh 25 hari. Tapi dengan alsintan, cukup tiga jam saja,” sambungnya.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan ke tanah kelahirannya Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kunjungan ini dalam rangka mempercepat pembangunan pertanian, guna memberikan andil yang besar terhadap penyediaan pangan nasional, khususnya Sulawesi Selatan.
Alhasil, lanjutnya, angka ekspor semua komoditas pada sektor pertanian mengalami kenaikan. Terhitung sejak 2014 hingga 2018 terjadi kenaikan ekspor nasional sebesar 29%, nilainya mencapai Rp 500 triliun.

“Ini adalah penopang ekonomi Indonesia. Ada dua hal yang menopang ekonomi Indonesia untuk bangkit yaitu ekspor dan investasi. Kedua hal ini terus kita tingkatkan,” ujarnya.

Untuk Kabupaten Bone Kementan pun terus berupaya memacu peningkatan produksi dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa. Kementan saat ini tengah merealisasikan program andalan yakni program Selamatkan Rawa, Sejahteraan Petani (SERASI).

“Bone sudah dilakukan survei oleh tim SERASI. Insyaallah Bone akan mendapat program 5.000 hektare lahan rawa. Kami akan turunkan bantuan 5 unit eskavator dan saya targetkan dalam wktu 2 minggu sudah mulai bekerja. Pesan saya tolong nanti dilakukan bergiliran di daerah lahan rawa,” paparnya.

Pada kunjungan ini, Amran akan memberikan bantuan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk semua kecamatan, desa, bantuan ternak, dan hand tractor. Ia berpesan agar traktor milik kelompok untuk dipakai bersama dan bergiliran.

“Jika ada sewa tolong dihargai setengahnya saja, yang biasa Rp 2 juta menjadi Rp 1 juta saja. Dan mari jaga NKRI. Mari bersatu meski ada perbedaan,” tandasnya.

Pada kunjungan ini Amran juga turut mengungkapkan capaian pembangunan pertanian selama pemerintah Jokowi-JK. Salah satunya dibuktikan dengan peningkatan nilai ekspor 2018 mencapai Rp 460 triliun.

“Bantuan Kementan dan Kemendes sejak 2014 sampai sekarang 4,5 tahun sebesar Rp 15 triliun masuk ke Sulawesi Selantan. Irgasi hampir 400 ribu hektare dan Bone banyak irigasi tersier. Bendungan dibangun untuk mengairi sawah dan tanaman lainnya,” ungkapnya.

“Kami senang bisa bertatap muka dengan para camat dan kepala desa, pendamping desa, penyuluh hari ini. Saya sebagai orang Bone sudah 4,5 tahun merantau dan hari ini saya kembali untuk melaporkan kerja saya,” ujarnya.

Sementara itu kehadiran Amran disambut langsung Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi dan masyarakat Bone.

“Selamat datang Pak Mentan ke tanah kelahiran, orang luar biasa. Pejabat kedua setelah wapres yang berasal dari Bone. Tidak sedkit perhatiannya, percetakan sawah baru, alsintan yang begitu banyak, bibit dan benih gratis. Persoalan kementerian lain pun dibantu,” kata Andi.

Ia menyebut pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bone sangat pesat, yakni mencapai 8,6%, sehingga paling tinggi di Provinsi Sulawesi Selatan. Ini menunjukkan kesejahteraan masyarakat berkat kemajuan sektor pertanian.

“Pak Mentan sering ke Bone tapi tidak di acara resmi. Kali ini kita dapat bertatap muka secara formal dengan menghadirkan para camat, kepala desa dan penyuluh se-Bone. Semoga acara ini di hari Jumat ini memberikan manfaat dan kebaikan untuk kita semua,” akuinya.

(mul/mpr)

Artikel Lainnya:

    None Found