fbpx
Berita

Menebak Kekhawatiran Sri Mulyani soal GoPay & Ovo

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mulai memberikan perhatian khusus kepada perusahaan penyedia jasa pembayaran digital seperti Ovo dan GoPay. Bahkan dirinya meminta seluruh pegawai Kementerian Keuangan mempelajari tentang teknologi keuangan digital itu.

Menurut Sri Mulyani, perkembangan pembayaran qr code di Indonesia begitu pesat. Oleh karena itu Kementerian Keuangan harus menguasai industri tersebut agar bisa membuat kebijakannya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, kekhawatiran Sri Mulyani itu berkaitan dengan potensi pajak dari transaksi online atau digital.

“Potensi ke depan cukup besar sementara metode dan regulasi pajaknya masih konvensional,” ujarnya kepada detikFinance, Selasa (12/2/2019).
Jika pemerintah tidak melakukan perubahan dari sisi regulasi perpajakan, menurut Bhima penerimaan negara nantinya akan tidak optimal. Apalagi sekarang masyarakat Indonesia mulai terbiasa denga transaksi digital.

Selain itu Bhima menilai, Sri Mulyani juga mengkhawatirkan adanya transfer pricing dan penghindaran pajak melalui transfer uang secara digital.

“Teknologi berubah modus penghindaran pajak jg makin beragam,” tambahnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada seluruh pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan untuk menyesuaikan perkembangan teknologi dalam menentukan suatu kebijakan ke depannya.

Sri Mulyani menyebutkan bahwa sekarang ini terdapat teknologi pembayaran digital seperti Go-Pay dan Ovo.

“Kita harus memahami ini, mengantisipasi, mengelola, memanage, memanfaatkan. Kalau tidak kita ketinggalan. Ini tanggung jawab yang berat,” kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/2/2019). (das/dna)

Artikel Lainnya: