fbpx
Berita

Mendes Dorong Desa Penghasil Kopi Gandeng Starbucks

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengapresiasi gerai Starbucks yang telah turut menggunakan bahan baku kopi dari Indonesia. Ia pun mendukung penuh promosi kopi-kopi Indonesia ke luar negeri selanjutnya.

“Saya menawarkan di masa depan kita bisa bekerja sama, desa-desa penghasil kopi dengan Starbucks supaya handling-nya, cara menanamnya, bisa sejalan dengan kualitas yang dimiliki Starbucks sehingga mereka punya added value yang lebih baik lagi,” kata Eko dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/1/2019).

Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri peresmian Starbucks Dewata, Bali yaitu gerai Starbucks terbesar di Indonesia dengan luas 3.500 meter persegi yang berlokasi di Badung, Bali.

Eko mengatakan komoditas kopi di Indonesia bagus, hanya handling-nya kurang bagus. Dengan kerja sama tersebut ia mengharapkan bisa menciptakan nilai tambah kopi Indonesia.

Menurutnya kerja sama itu harus menciptakan kepentingan bersama hingga memunculkan keuntungan. Starbucks bisa bantu meningkatkan kualitas dan pemerintah memberi kemudahan sehingga investor tertarik untuk investasi di Indonesia.

“Dengan kerja sama ini, diharapkan petani kopi Indonesia terbantu promosinya. Kedua, bisa mengajarkan para petani bagaimana cara handlingnya lebih bagus karena mereka punya standar sehingga value added-nya bisa lebih bagus. Kita banyak kerja sama juga dengan swasta. Tahun ini ada Rp 60 triliun investment dari privat sektor desa-desa di Indonesia,” terangnya.

“Sekarang ada ribuan kafe-kafe di tengah sawah, yang penting ada tempat selfie tempat ngopi dan wifi gratis langsung posting di Instagram,” tambahnya.

Ia juga berterima kasih ke Starbucks karena dengan membuka gerainya turut membantu mengembangkan kopi Indonesia untuk dunia serta terbantu juga dengan kontrol kualitas dari Starbucks.

“Ada Starbucks Expres yang kolaborasi sehingga masalah kita tentang channeling bisa terbantu. 14 tahun mendatang Indonesia akan makin familiar dengan Starbucks yang memperkenalkan kopi-kopi dari Indonesia,” pungkasnya.

Senada dengan Eko, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengatakan Starbucks tidak hanya menjual kopi, melainkan juga lifestyle dan pengalaman. Menurutnya budaya di Indonesia yang suka kumpul, ngobrol, dan diskusi memerlukan wadah seperti warung kopi.

Sebagai informasi, total gerai Starbucks sebanyak 29.324 yang tersebar di 78 negara termasuk 376 gerai di 25 kota di Indonesia, Starbucks melihat potensi kopi Indonesia untuk terus berkembang menjadi salah satu komoditas kopi unggulan di dunia, serta berpotensi sebagai produk wisata kuliner negeri ini yang dapat mendukung perkembangan pariwisata Indonesia.Baca berita lainnya dari Kemendes PDTT di sini.

(mul/mpr)

Artikel Lainnya:

    None Found