fbpx
Berita

Mau Ganti Nama Filipina, Duterte Masih Punya PR soal Kemiskinan

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte berencana untuk mengubah nama negaranya menjadi Maharlika, yang menurut dia artinya bangsawan. Bangsawan biasanya diartikan orang-orang keturunan raja atau orang kaya yang hartanya tak terhingga, namun saat ini Filipina masih berkutat dengan masalah kemiskinan.

Mengutip laman resmi cia.gov di bawah kepemimpinan Duterte, Filipina berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan pengentasan kemiskinan.

Duterte menilai tantangan Filipina memberantas kemiskinan adalah maraknya penjualan dan penggunaan obat-obatan terlarang hingga korpusi.

Ia menargetkan angka kemiskinan bisa turun ke kisaran 17%. Maklum, saat ini masyarakat miskin di Filipina masih mencapai 21%. Jumlah penduduk di Filipina periode Juli 2018 tercatat 105,9 juta jiwa. Ini artinya masih ada sekitar 20 juta jiwa orang miskin di negara tersebut.

Dalam memimpin negara, Duterte juga memiliki kebijakan yang berkesinambungan seperti reformasi pajak, penarikan investasi dari luar negeri untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memudahkan perizinan bisnis.

Saat ini pemerintahan Filipina juga berupaya untuk menuntaskan Undang-undang reformasi pajak untuk meningkatkan pendapatan negara.

Pendapatan negara tersebut juga bertujuan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur yang gencar. (hns/hns)

Artikel Lainnya:

    None Found