fbpx
Berita

Kata Bimbim Soal #SlankMakanDuitRakyat

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

VIVA – Pentolan grup band Slank, Bimbim menanggapi singkat terkait ramainya tanda pagar #SlankMakanDuitRakyat yang menyinggung bandnya karena menjadi salah satu pengisi acara apel kebangsaan bertajuk ‘Kita Merah Putih‘ yang diselenggarakan Pemprov Jawa Tengah di lapangan Simpang Lima Semarang, Minggu, 17 Maret 2019. Tagar tersebut sempat menjadi trending topic di Twitter.

Usai sesi jumpa pers apel kebangsaan ‘Kita Merah Putih‘ di Rumah Makan Kampoeng Laut Semarang, Sabtu, 16 Maret 2019, Bimbim menjawab singkat pertanyaan awak media. “Nanyanya jangan ke gue, ke penyelenggara. Ada-ada aja, ” kata Bimbim.

Saat jumpa pers berlangsung, drummer Slank itu sempat berkomentar terkait sikap Slank dalam menghadapi pro dan kontra masyarakat di media sosial pada tahun politik.

“Slank mengajarkan orang berdemokrasi. Yang pro dan kontra biasanya di medsos ribut. Selama mereka tidak kasar, kami biarin tapi kalau sudah berkata kasar kami delete atau block. Kami membiarkan mereka belajar demokrasi. Kami bukan politisi, jadi tidak langsung menjawab jika dijelek-jelekkan,” kata dia.

Sebelumnya, tagar #SlankMakanDuitRakyat menjadi perbincangan warganet karena sebelumnya banyak kritikan terhadap dana yang digunakan untuk apel kebangsaan yang mencapai Rp18 miliar dari APBD Jateng. Selain Slank, acara itu juga turut diisi sejumlah artis Tanah Air lain, seperti Letto, Armada, Virza, Nella Kharisma dengan MC Vincent-Desta dan Cak Lontong; serta pertunjukan budaya lintas elemen masyarakat di Jawa Tengah.

Kegiatan yang diinisiasi Pemprov Jawa tengah tersebut ditargetkan menghadirkan 130 ribu orang dari sejumlah elemen masyarakat. Sejumlah tokoh yang hadir, seperti  Habib Luthfi bin Yahya, KH Maimoen Zubair, KH Munif Zuhri, Gus Muwafiq dan Mahfud MD. Bakal hadir juga Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, tokoh lintas agama.

jumpa pers Slank bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Adapun salah satu yang mengkritik apel kebangsaan itu adalah putri Amin Rais, Hanum Salsabila Rais. Dalam cuitannya di Twitter, Hanum menyebut jika dana sebesar itu lebih berharga jika dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan.

Bahkan jika pun Prabowo Sandi diundang, kami sebagai rakyat TIDAK AKAN RELA. Serupiahpun dari uang rakyat itu lebih berharga untuk membiayai pendidikan-kesehatan mereka dibanding hura-hura belaka. #SlankMakanDuitRakyat,” tulis Hanum.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjawab santai terkait kritik sejumlah pihak terkait anggaran pelaksanaan acara yang mencapai Rp18 miliar. Ia tidak mempermasalahkan pihak-pihak yang tidak menyetujui dengan gelaran acara itu. Yang penting, kata Ganjar, semua yang berkaitan dengan apel kebangsaan itu telah dibuka untuk publik.

“Tidak apa-apa, tidak semua orang harus setuju. Saya sudah di-bully. Kita jelaskan, justru Jawa Tengah, pemprov sangat terbuka semua bisa melihat. Tidak kita tutup-tutupi. Tidak setuju tidak apa-apa. Bahkan yang tidak setuju saya undang, yuk datang kita duduk bareng. Jangan curiga dulu dong. Ini umum kok, bukan pilpres,” tuturnya.

Artikel Lainnya:

    None Found