fbpx
Berita

Jokowi Minta Bantuan ICMI untuk Masalah-masalah Berat

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

VIVA – Presiden Joko Widodo membuka Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) 2018 dan Milad Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) ke-28, di Universitas Bandar Lampung, Kamis malam, 6 Desember 2018. 

Dalam kesempatan itu, Presiden meminta ICMI turut serta membangun bangsa terutama beberapa persoalan yang menjadi pekerjaan rumah bertahun-tahun lamanya tapi tidak diselesaikan.

“Artinya ICMI adalah tempat berkumpulnya orang-orang hebat. Oleh sebab itu saya ingin mengajak bersama-sama memikirkan dan memecahkan masalah-masalah yang berat. Kalau yang ringan saya bisa memecahkan sendiri, tapi kalau yang berat nah ini harus dipecahkan bersama,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Dia meyakini, orang-orang di dalam ICMI adalah kumpulan cendikiawan. Bukan hanya soal keimanan kepada Allah SWT namun juga kecakapan dalam penguasaan terhadap ilmu dan teknologi.

Masalah berat yang tidak diselesaikan berpuluh-puluh tahun lamanya itu membuat Indonesia sulit untuk berkembang. Persoalan yang dikatakan Presiden adalah defisit transaksi berjalan. Yang menurutnya tidak pernah diatasi selama berpuluh puluh tahun.

“Inilah yang sering menghambat laju percepatan pertumbuhan ekonomi kita. Kalau kita bisa menghindari ini, bisa menyelesaikan ini, kita juga bisa menghindarkan diri dari middle income gap sehingga melompat ke sebuah negara maju akan lebih mudah,” katanya.

Jokowi menyebut ini sebagai masalah besar. Maka perlu terobosan yang hebat dalam mengatasi hal itu. Persoalannya kata dia, Indonesia banyak menghasilkan sumber daya alam yang diekspor. Tapi, tidak ada industri yang mengolah bahan itu. Akhirnya, terpaksa mengimpor barang jadi.

“Data yang saya terima 42 juta ton produksi kita saat ini. Tetapi kita selalu menjualnya dalam posisi bahan mentah. Padahal ini yang sudah kita mulai, kita industrialisasi dan hilirisasi, kita bisa menghasilkan solar,” katanya.

Batubara juga demikian. Jokowi mengatakan, setiap tahu sekitar 400 juta ton batubara mentah diekspor. Padahal, jika dilakukan hilirisasi dan industrialisasi, turunan dari batubara ini bisa dibuat produk yang lain seperti elpiji hingga avtur dan solar.

Maka saat ini menurut Jokowi, pihaknya tengah berpikir keras untuk mengambil langkah yang pas agar defisit transaksi berjalan yang selama ini masih terjadi, bisa dihilangkan.  

“Oleh sebab itu saya minta malam hari ini ICMI ikut berpartisipasi dalam memikirkan dan menyelesaikan yang tadi saya sampaikan,” katanya.

Artikel Lainnya: