fbpx
Berita

Jokowi Diminta Tidak Asal Kebut Bangun Infrastruktur, Tapi….

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terbilang masif. Deretan jalan tol sudah terbangun begitu juga dengan infrastruktur lainnya.

Namun, pembangunan infrastruktur juga harus berkualitas. Pembangunan infrastruktur juga harus memperhatikan kemampuan industri dalam negeri, jangan sampai membuat impor bengkak.

“Jadi misalnya begini, Faisal Basri belum lama ini menunjukkan impor baja yang tiba-tiba meningkat. Itu diperkirakan menjadi salah satu penyebab naiknya dolar AS,” kata Pendiri Rujak Center for Urban Studies Marco Kusumawijaya dalam diskusi bertajuk Menuju Debat 2, Siapa Makin Kinclong?, di Resto Ajag Ijig, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah pembangunan infrastruktur dan dampaknya ke masyarakat sekitar. Seperti pedagang di jalur Pantura yang ikut terdampak dari pembangunan jalan tol.

“Termasuk menurunnya pedagang di jalur Pantura. Itu kan mestinya bisa kita perkirakan,” ujar Marco.

Pembangunan infrastruktur juga, lanjut Marco, harus disertai pembangunan wilayah. Jangan sampai pembangunan infrastruktur jalan hanya berupa garis lurus tanpa disertai pengembangan wilayah untuk mendongkrak ekonomi setempat.

“Artinya pembangunan infrastruktur seharusnya diintegrasikan dengan pembangunan wilayah,” ujar Marco.

Hal tersebut yang kemudian pembangunan infrastruktur hanya bisa dinikmati segelintir orang saja. Padahal ada warga setempat yang rela tanahnya dibangun jalan.

“Ini kekurangannya, infrastruktur dilihat kaya berdiri sendiri. Jalan itu hanya bisa dinikmati pemilik mobil kalau sistem angkutan umum tidak dikembangkan,” kata Marco. (ara/zlf)

Artikel Lainnya:

    None Found