fbpx
Berita

IE2I bantu pemerintah kurangi emisi sesuai Kesepakatan Paris

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Ke depan, kami akan lebih meluas dan melebarkan lagi kerja sama dan melaksanakan program dan kegiatan bersama pemerintah, BUMN, dan swasta

Jakarta (ANTARA) – Indonesian Energy and Environmental Institute (IE2I) akan fokus membantu pemerintah mengurangi emisi gas rumah kaca sesuai Kesepakatan Paris pada Konferensi Perubahan Iklim 2015 (COP21).

Co-Founder IE2I Satya Hangga Yudha Widya Putra di Jakarta, Sabtu mengatakan pihaknya akan lebih intensif bekerja sama dengan pihak pemerintah, BUMN, dan swasta baik dalam negeri dan internasional untuk mencapai target Kesepakatan Paris tersebut.

“Ke depan, kami akan lebih meluas dan melebarkan lagi kerja sama dan melaksanakan program dan kegiatan bersama pemerintah, BUMN, dan swasta,” katanya.

Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Kesepakatan Paris pada 2015 yakni mengurangi emisi karbon pada 2030 sebesar 29 persen atau 41 persen dengan bantuan internasional.

Terkait kiprahnya di IE2I tersebut, Hangga Yudha diberi penghargaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan untuk kategori Lingkungan Hidup.

Penghargaan diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Dirut LPDP Rionald Silaban dalam acara Alumni LPDP Award 2019 di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Hangga menyatakan terima kasih dan rasa bangganya menjadi penerima LPDP Award 2019 tersebut. “Sebagai penerima beasiswa LPDP, saya akan selalu mengabdi pada negara,” katanya.

Menurut dia, dirinya bersama alumni lainnya diseleksi oleh tim yang dibentuk LPDP dan dinyatakan sebagai pemenangnya. “Mereka menilai kiprah saya selama ini di IE2I dan Alhamdulillah, saya menjadi salah satu pemenangnya,” tambahnya.

Selain Hangga, ada tiga penerima penghargaan lainnya dalam acara Alumni LPDP Award 2019 tersebut.

Hangga menambahkan IE2I dibentuk pada Agustus 2016 saat dirinya masih menjalani kuliah S2 di New York University dengan beasiswa LPDP.

“Saat mendirikan IE2I, saya masih kuliah dengan beasiswa LPDP. Saya kuliah mulai 2015 dan lulus 2017,” ujarnya.

IE2I yang bergerak di bidang energi dan lingkungan hidup bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan pemanasan global dan konsekuensi negatif perubahan iklim.

Bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain edukasi, riset, kebijakan, pelatihan dan kampanye ke sekolah, pemda, serta masyarakat umum dengan bekerja sama pemerintah, BUMN, dan swasta.

Baca juga: Indonesia optimistis kesepakatan iklim dengan Norwegia bisa segera dijalankan
Baca juga: Anies : Jakarta akan turunkan 30 persen emisi gas rumah kaca

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Artikel Lainnya:

    None Found