fbpx
Berita

Hendi Apresiasi Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Semarang

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Ketua Dekranasda Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi atau lebih akrab disapa Tia, beberapa waktu lalu diundang untuk menjadi narasumber dalam diskusi tentang pengembangan ekonomi kreatif.

Dalam paparannya, Tia menyambut baik keberadaan Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI yang menjadi salah satu upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Semarang.

Tia Hendi juga berharap RKB ini dapat berperan sebagai pusat data, informasi sekaligus edukasi pengembangan dan digitalisasi UMKM di Kota Semarang sebagai tuntutan kemajuan zaman. Dengan demikian, produk-produk unggulan Kota Semarang menjadi lebih luas pemasarannya.

RKB ini diharapkan akan dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM dalam mengembangkan peluang usaha yang mereka miliki melalui pasar digital atau e-commerce.

”Jangan khawatir tentang modal karena Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Koperasi memiliki Program Kredit Wibawa dengan suku bunga 3% per tahun,” ujar Tia.

Sinergitas ini seolah menegaskan adanya konsep “BERGERAK BERSAMA” yang diusung Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dalam membangun Kota Semarang. Hendi, sapaan akrab wali kota, pun menyambut baik atas kerja sama yang terjalin antara Rumah Kreatif BUMN dengan Dekranasda. 

Hendi mengatakan UMKM di Kota Semarang saat ini mendapatkan banyak keuntungan sehingga harus memiliki semangat pengembangan diri yang tinggi.

Pasalnya, tak hanya tentang aksesibilitas jalur perdagangan yang terbuka, UMKM di Kota Semarang juga mendapatkan fasilitas kredit murah tanpa agunan melalui program Kredit Wibawa serta bisa memanfaatkan sentra-sentra UMKM yang dibangun oleh Pemerintah Kota Semarang, seperti yang terdapat di Srondol dan Kota Lama.

Fasilitas-fasilitas tersebut tidak didapatkan oleh UMKM di Kota Semarang sebelumnya. Terbukti, berbagai fasilitas tersebut mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan sektor UMKM di Kota Semarang.

Di akhir tahun 2018, tercatat peningkatan jumlah UMKM 1,71% setiap tahunnya dengan pergerakan aset hingga Rp 7,5 miliar.

“Maka hal ini perlu kita akselarasi dengan teknologi dan digitalisasi yang menggerakkan ekonomi Semarang sehingga memberikan kemudahan memajukan Kota Semarang,” jelas Hendi.

Artikel Lainnya: