fbpx
Berita

Harga Komoditas hingga Ekonomi Global Loyo, Ekonomi RI Tumbuh 5,17%

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2018 sebesar 5,17%. Angka ini lebih rendah dari target yang ditetapkan dalam APBN 5,4%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan harga komoditas ikut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Harga komoditas non migas mengalami penurunan baik secara kuartalan (qtoq) atau tahunan (year on year/yoy). Harga komoditas yang mengalami penurunan, antara lain minyak kelapa, kelapa sawit dan ikan.

“Harga komoditas non migas turun qtoq atau yoy. Penurunan terjadi pada komoditas pangan dari kuartal III ke kuartal IV seperti minyak kelapa, kelapa sawit dan ikan,” kata Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

Selain itu, harga komoditas migas juga mengalami penurunan secara kuartalan seperti harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) sebesar US$ 65,12 per barel di kuartal IV dari sebelumnya US$ 71,64 per barel di kuartal III.

Tren pelemahan ekonomi global juga ikut mempengaruhi angka pertumbuhan. Negara mitra dagang Indonesia yang besar seperti China dan Amerika Serikat (AS) tumbuh stagnan dan cenderung melambat.

Ekonomi China melambat di kuartal IV-2018 sebesar 6,4% dari kuartal sebelumnya 6,5% dan AS stagnan di 3%.

“Saya angkat Tiongkok karena ekspor kita ke China besar yaitu 14,5%,” ujar Suhariyanto. (ara/ara)

Artikel Lainnya: