fbpx
Berita

Hadapi Revolusi Industri 4.0, 5 Sektor Ini Bakal Jadi Pemain Utama di RI

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menginginkan seluruh pihak aparatur negara maupun Kementerian atau Lembaga dapat bekerja secara terarah, terpadu dan terintegrasi. Menurutnya, itu semua penting, dikarenakan dapat menjadi modal utama dalam menyongsong era revolusi industri 4.0.

“Jangan selalu bicara pertentangan saja, yang penting adalah bagaimana kita bangun teamwork, open mind, open heart, open will, dan bagaimana cara kita mensinergikan itu. Pada era 4.0 ini kita harus wise dan cerdas, kadang pemimpin itu merasa tinggi, sekarang tidak bisa,” ujarnya melalui keterangan resminya, di Jakarta, Senin 3 Desember 2018.

Luhut mengatakan, ke depan program pelatihan untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 ini akan dilaksanakan secara lebih masif lagi. Ini dilakukan tidak hanya dari Kementerian Lembaga saja, akan tetapi merangkul berbagai pihak, baik dari kalangan partai politik maupun lembaga swadaya masyarakat.

“Kami undang akademisi terkemuka dari MIT (Massachusets Institute of Technology). Program semacam ini sudah dibuat di Singapura dan Tiongkok dan beberapa negara lain untuk menghadapi revolusi 4.0 tadi, ini akan menyamakan mindset kita. Lemhanas dan Kemenristek Dikti yang akan ditunjuk menjadi leader dalam program ini,” ujar dia.

Di sisi lain, Luhut mengatakan, saat ini Presiden Joko Widodo juga sudah mulai mencanangkan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan yang juga berkualitas.

“Presiden sudah mencanangkan anak-anak terbaik Indonesia harus disekolahkan di top University, misalnya dari ASN-ASN sekarang, kan banyak pula yang terbaik. Nah mereka itu yang disekolahkan ke top University, akan tetapi open heart, open mind dan open will tadi sangat penting diperkuat. Harus ada ekosistem juga setelah mereka pulang dari studinya, jangan lagi what next,” kata Luhut.

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir menambahkan, untuk mendukung itu semua pihaknya akan mereformasi sistem pendidikan di Perguruan Tinggi (PT) yang dinilainya selama ini ada sedikit kekurangan.

“Kami akan lakukan perubahan secara besar-besaran, antara lain pola pikir di PT yang selama ini terkungkung di dalam satu kampus, agar bagaimana nantinya mereka dapat membuka diri dan dapat melihat dunia, mengenai bagaimana kemajuan dan melihat diri kita seperti apa. Jadi kita bisa melihat apa opportunity dan terus melihat ke depan, serta bagaimana kita melihat kohesivitas itu harus kita bangun bersama untuk kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Memerlukan entrepreneur yang makin banyak

Artikel Lainnya: