fbpx
Berita

FCS bangun pabrik palet di Batam

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Batam (Antara) (ANTARA) – Perusahaan multinasional, PT FCS RGP Plastic membangun pabrik pembuatan palet dengan orienstasi ekspor di Kota Batam Kepulauan Riau.

“Sampai saat ini, total investasi yang sudah ditanam Rp200 miliar, dan masih terus bertambah,” kata GM PT FCS RGP Plastic, Yao Shanhua dalam bahasa asing yang diterjemahkan sekretarisnya di Batam, Jumat.

Rencananya, perusahaan itu akan merekrut sekitar 300 pekerja lokal. Namun, pada tahap awal, baru mempekerjakan 60-70 orang pekerja.

Perusahaan yang rencananya diresmikan pada akhir Maret 2019 itu mengolah palet dari biji plastik impor.

Meski demikian, ia meyakinkan, produksi palet tidak akan menghasilkan limbah, karena perushaannya mengutamakan kelestarian lingkungan (go green).

Perusahaannya menerapkan teknologi tinggi hingga tidak mengeluarkan limbah, “3 zero”, yaitu nol limbah udara, nol limbah air dan nol limbah kotoran.

“Perusahaan kami, yang mementingkan 3 zero. Menggunakan water treatment sehingga air tidak ada limbah air, tidak akan ada polusi udara dan kotoran limbah. Dari segala sisi, kami sangat memperhatikan lingkungan,” kata dia.

Ia mengatakan produksi palet perusahaannya telah mendapat pasar luar negeri, di antaranya akan dieskpor ke Singapura dan AS.

Di tempat yang sama, Manager Operasional PT FCS RGP Plastic, Adi Zainal mengatakan perusahaannya menggunakan teknologi tercanggih dalam pembuatan palet dari Taiwan dan Tiongkok.

Pada tahap awal, perusahaan gabungan dari Singapura, Jepang dan AS itu masih akan mengimpor bahan baku biji plastik. Namun, Adi Zainal optimistis, nantinya dapat menggunakan biji plastik dari dalam negeri.

“Tapi selain ekspor, nanti akan dari lokal juga,” kata dia.

Menurut dia, limbah plastik rumah tangga yang ada di kota itu bisa diolah menjadi biji plastik, bahan baku palet.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie mengatakan pemerintah memberikan izin-izin yang diperlukan untuk perusahaan tersebut,

“Kami memberikan izin lingkunagn, karena bukan limbah plastik sebagai bahan Baku, tapi bijih plastik,” kata dia.***1***

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Artikel Lainnya:

    None Found