fbpx
Berita

Faisal Basri Anggap Penurunan Tiket Pesawat hanya Bohong-bohongan

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

VIVA – Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) telah berkomitmen menurunkan tiket pesawat rute domestik. Hal itu merespons protes masyarakat terkait mahalnya tiket pesawat rute domestik. 

Ekonomi Senior Indef Faisal Basri menuding, penurunan harga tiket pesawat yang diumumkan oleh INACA adalah ‘bohong-bohongan’. Sebab, penurunan harga itu masih memilah-milah segmen tertentu. 

“Saya baca media, oh ‘kami sudah turunkan’ tapi turunnya itu bohong-bohongan. Karena turunnya itu untuk segmen 10 sampai 30 persen penumpang,” kata Faisal di Jakarta, Senin 14 Januari 2019. 

Bahkan, Ia mengkritik pernyataan dari INACA yang tidak disampaikan secara gamblang. Khususnya, pihak INACA yang berkelit tidak menjelaskan penurunan tarif secara rinci. 

“Terus (INACA) sudah kasih diskon lansia. Apa urusannya itu? Jadi Anda nanya apa, jawabnya apa. Inaca jawabnya begitu. Ini enggak ada hubungannya, ini soal tarif,” ketus dia. 

Menurut Faisal, seharusnya harga tiket pesawat rute domestik lebih murah ketimbang internasional. Apalagi, saat ini harga bahan bakar penerbangan, avtur juga turun mengikuti harga minyak dunia. 

Di satu sisi Faisal menekankan, jangan salahkan kalau banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih liburan ke luar negeri ketimbang di negeri sendiri. 

“Makanya turisme terbengkalai, karena orang lebih murah liburan ke Bangkok daripada ke Manado,” jelasnya. 

Faisal juga menengarai ada sistem oligopoli ketat di bisnis penerbangan Indonesia. Ia pun meminta pihak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menelusuri itu lebih lanjut.

“Harusnya ongkos di terminal domestik lebih murah dibanding ongkos terminal internasional. Karena ini oligopoli ketat, dikuasai dua atau tiga (pemain),” katanya. 

Artikel Lainnya: