fbpx
Berita

Emiten Infrastruktur Tarik Dana Rp 28 T dari Pasar Modal

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Pasar modal memiliki peranan besar dalam mendorong perekonomian. Sebab, pasar modal menyediakan pendanaan untuk pembangunan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, tahun ini sebanyak 24 emiten di sektor infrastruktur mendapat pembiayaan di pasar modal.

“Tahun ini terdapat 24 emiten sektor infrastuktur melakukan raising fund di pasar modal dengan total nilai Rp 28,5 triliun,” kata dia di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Dia mengatakan, OJK terus mendorong kontribusi pasar modal untuk perekonomian. Salah satunya ialah mendorong adanya produk baru pasar modal.

“Di samping itu banyak sekali instrumen kita keluarkan KIK-DIRE dan EBA-SP,” ujarnya.

Selain itu, untuk meningkatkan daya tarik pasar modal, OJK juga memangkas waktu penyelesaian transaksi saham.

“Kami juga mengeluarkan kebijakan baru bahwa settlement T+3 sebelumnya tahun ini, beberapa bulan, kita perpendek T+2 sehingga transaksi di keuangan biasa menggunakan uang yang biasanya disimpan satu hari lagi,” paparnya.

Lebih lanjut, Wimboh mengatakan, kondisi pasar modal Indonesia tercermin dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih lebih baik dibanding negara lain walaupun sama-sama tertekan. IHSG hanya kalah dari bursa India.

“Indeks yang terjadi di Indonesia tidak seburuk yang terjadi negara lain, kita turunnya hanya dikalahkan satu negara yaitu India, kita nomor 2 tidak seperti negara yang turunnya cukup besar,” tutupnya. (das/das)

Artikel Lainnya: