fbpx
Berita

Dua Bulan Jelang Pilpres, Jokowi-Ma'ruf Pakai Strategi 'Perang Total'

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

VIVA – Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin menggelar rapat pleno menyusun strategi menghadapi Pilpres 2019 yang tersisa 62 hari jelang pencoblosan.

Sebelum rapat, digelar konferensi pers yang dihadiri elite sembilan partai koalisi dan Ketua TKN Erick Thohir.

Erick memaparkan bahwa sisa masa kampanye pihaknya merasakan tren positif dukungan yang datang dari berbagai level masyarakat.

“Dan alhamdulillah kami dari TKN hari ini senang sekali melihat apresiasi yang terus berjalan di masyarakat. Bagaimana gerakan alumni karena kalau kita lihat sekarang trennya cukup berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya,” kata Erick saat menyampaikan keterang pers di kantor pememangan TKN Jokowi-Ma’ruf di gedung High End, Jakarta, Rabu malam 13 Februari 2019.

Adapun Ketua Harian yang juga Wakil Ketua TKN Moeldoko memaparkan strategi yang ia sebutnya dengan ‘Perang Total’.

Perang total dimaksud ialah menerapkan strategi center of gravity yang sekarang lebih fokus menentukan target kekuatan lawan.

Konsep itu merujuk pada center of gravity diperkenalkan pertama kali oleh Carl Von Clausewitz, seorang intelektual dan tentara Prusia.

“Saat ini kita menyebutnya dengan istilah dengan perang total, di mana hal-hal yang kita kenali adalah menentukan center of gravity dari sebuah pertempuran itu. Kita sudah memiliki center of gravity itu sehingga kita tahu harus bagaimana setelah mengenali center of gravity itu,” kata Moeldoko.

Selanjutnya Moeldoko mengatakan, strategi ke depan adalah bergerak satu langkah lebih maju daripada lawan.

Mantan Panglima TNI itu menegaskan, kekuatan struktur pemenangan tim kampanye bukan lagi memantau potensi. Tapi lebih mengorganisir kekuatan yang sudah ada.

Ia menyebutkan, strategi itu akan memudahkan tim membaca hasil untuk kemudian dijadikan evaluasi.

“Tapi kita menuju kepada kekuatan, kita kenali semua target, target kita kenali, strategi yang kita terapkan dengan isu lokal. Tidak harus terkonsentrasi tapi karakteristik daerah memiliki karakter yang berbeda,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, menyampaikan bahwa pada sisa waktu kampanye pasangan petahana bakal menyampaikan gagasan dan program pada waktu ke depan kepada masyarakat.

Hal itu juga akan digalakkan bagaimana masyarakat diyakinkan soal optimisme tentang negara ke depan.

“Untuk itu kami mengimbau agar 62 hari yang tersisa, mari kita isi dengan kontestasi gagasan dan gambaran tentang masyarakat indonesia agar cita-cita bersama sebagai bangsa besar di bawah kepemimpinan pak Jokowi betul-betul bergerak menjadi kekuatan ekonomi yang kuat,” ujarnya.

Artikel Lainnya: