fbpx
Berita

DPR apresiasi program KKP mampu sentuh daerah pelosok

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta (ANTARA) – Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengapresiasi berbagai program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan seperti yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya ternyata mampu menyentuh hingga ke daerah-daerah pelosok.

“Kami juga ingin menyampaikan apresiasi kepada KKP karena telah mampu melakukan pembangunan perikanan budidaya dan memberikan dukungan bantuan berbagai program hingga ke daerah-daerah pelosok,” kata Edhy Prabowo dalam siaran pers KKP yang diterima di Jakarta, Minggu.

Edhy Prabowo mengemukakan hal itu saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banyu Asin, Sumatera Selatan, tepatnya di Desa Tirtaharja, Kecamatan Muara Sugihan, Sabtu (23/3).

Ketua Komisi IV DPR menjelaskan bahwa kunjungan kerja itu ditujukan untuk melihat perkembangan kemajuan perikanan budidaya di Kabupaten Banyu Asin sekaligus peluang pengembangan potensi perikanan budidaya yang ada.

“Selain untuk memastikan bahwa pembangunan perikanan berjalan baik dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, kami ingin melihat potensi yang ada sehingga KKP dapat membangun tambak atau kolam ikan percontohan yang tepat,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Kecamatan Muara Sugihan sendiri merupakan salah satu kawasan bermuaranya aliran sungai Musi. Butuh waktu 5-6 jam untuk mencapai kecamatan ini dengan menggunakan moda transportasi kapal cepat. Moda ini paling mudah dan menjadi urat nadi transportasi masyarakat selama ini dibandingkan lewat darat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menyinggung akan besarnya potensi pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Banyuasin.

Slamet meyakini jika potensi tersebut dikembangkan akan mampu membuat Banyuasin sebagai salah satu sentra dan penghasil utama produksi perikanan budidaya.

“Sebagai daerah yang memiliki lembah sungai Musi cukup luas sekaligus menjadi muaranya, Banyuasin memiliki 3 potensi budidaya ikan sekaligus, tawar, payau maupun laut,” ujarnya.

Slamet juga meyakini bahwa dengan potensi dan karakteristik perairan yang dimiliki Kabupaten Banyuasin akan mampu menjadi sentra produksi ikan patin seperti di Vietnam.

Dirjen Perikanan Budidaya memaparkan bahwa Kabupaten Banyu Asin yang memiliki kemiripan dengan Sungai Mekong di Vietnam yang memiliki kadar oksigen yang tinggi, serta salinitasnya juga cocok.

Dalam kunjungan ini, Slamet juga menyerahkan secara langsung berbagai dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan antara lain benih ikan lele sejumlah 140.000 ekor, benih ikan patin 110.000 ekor, benih ikan bandeng 100.000 ekor, bantuan pakan mandiri sebanyak 25.000 kg, 5 paket budidaya lele sistem bioflok, 1 unit mesin pakan mandiri lengkap dengan bahan bakunya, serta pinjaman pembiayaan melalui BLU-LPMUKP untuk 2 Pokdakan senilai Rp. 350.000, dan pembagian kartu KUSUKA untuk 3 pelaku usaha budidaya yang telah tervalidasi.

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Artikel Lainnya:

    None Found