fbpx
Berita

Dolar AS Makin Loyo, Harga Emas Berkilau di Awal Pekan

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

VIVA – Harga emas internasional naik pada perdagangan Senin pagi, setelah dolar Amerika Serikat, jatuh di tengah ekspektasi tidak naiknya suku bunga Federal Reserve pada tahun ini

Dilansir dari CNBC, pada Senin 14 Januari 2019, harga emas di pasar spot naik 0,3 persen ke level US$1.291,42 per ons. Sedangkan emas berjangka AS, naik 0,2 persen ke level US$1.291,4 per ons.

Tak hanya ekspektasi dari tidak naiknya suku bunga AS, investor juga masih memperhatikan proyeksi dari melemahnya ekonomi China, yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia. Sehingga, permintaan akan emas naik.

Emas Domestik

Sementara itu, untuk harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini, dibanderol seharga Rp660 ribu per gram. Harga tersebut, tidak mengalami perubahan atau stagnan dibandingkan perdagangan Sabtu lalu, 12 Januari 2019. 

Dikutip dari data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, pembelian kembali atau buyback ditetapkan seharga Rp581 ribu per gram ,atau tak bergerak dibanding harga Sabtu lalu.

Adapun harga emas berdasarkan ukuran di antaranya, emas lima gram Rp3,12 juta, 10 gram Rp6,17 juta, 25 gram Rp15,33 juta, dan 50 gram Rp30,58 juta. Kemudian, emas 100 gram dibanderol Rp61,1 juta, 250 gram Rp152,5 juta, dan emas 500 gram Rp304,8 juta.

Dan, untuk ukuran emas terkecil dan terbesar yang dijual Antam pada hari ini, yaitu untuk 0,5 gram dibanderol Rp354,5 ribu dan 1.000 gram sebesar Rp609,6 juta. 

Selanjutnya, untuk produk Batik all series, ukuran 10 gram dan 20 gram dipatok masing-masing Rp6,84 juta dan Rp13,13 juta. (asp)

Artikel Lainnya: