fbpx
Berita

Di Uganda, Bergosip di Medsos Bakal Kena Pajak

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Online24, Uganda – Media sosial akhir-akhir ini memang merasuki hampir semua lini kehidupan. Media sosial bisa digunakan untuk apa saja, salah satunya adalah bergosip. Bahkan media sosial menjamur akun-akun yang membahas gosip kalangan selebritis, pejabat dan politikus.

Tapi tahukah anda, di Negara Uganda, kita tidak bisa sembarangan bergosip di media sosial. Pasalnya negara tersebut menerapkan pungutan pajak kepada warganya yang menggunakan media sosial sebagai sarana bergosip.

Peraturan yang dikeluarkan oleh Parlemen Uganda ini akan mulai berlaku tanggal 1 Juli 2018. Tujuan dari diberlakukanya peraturan tersebut adalah untuk menghentikan penyebaran gosip melalui medsos.

Sebagaimana dilansir Detik.com dari BBC Jumat (1/6/2018), Uganda memungut pajak 200 Shiling atau USD 0,05 (setara Rp 700) sebagai retribusi harian kepada orang yang menggunakan Facebook, Twitter, Viber, maupun WhatsApp.

Namun, pajak medsos ini tidak berlaku bagi mereka yang memanfaatkan platform teknologi untuk kepentingan pendidikan, penelitian atau referensi.

Presiden Uganda, Yoweri Museveni mendorong dikeluarkannya undang-undang tersebut karena medsos sering dimanfaatkan untuk bergosip yang dilakukan oleh warganya.

Berdasarkan laporan dari BBC, medsos telah menjadi alat politik yang sangat penting di Uganda, baik untuk partai yang berkuasa maupun oposisi.

Bahkan, akses ke platform medsos ditutup selama pemilihan presiden pada 2016 lalu. Ketika itu, pemerintah bersikeras bahwa apa yang mereka lakukan dimaksudkan untuk menghentikan penyebaran kebohongan.

Artikel Lainnya: