fbpx
Berita

Bulog Bakal Impor 100 Ribu Ton Daging Kerbau, Tahap Pertama 8.000 Ton

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Perum Bulog akan mengimpor daging kerbau sebanyak 100 ribu ton di tahun 2019. Untuk tahap pertama, daging akan didatangkan sebanyak 8 ribu ton.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar Utomo mengatakan daging kerbau tersebut akan didatangkan dari India. Adapun, pengiriman akan dilakukan secara bertahap.

Adapun, hingga saat ini Surat Persetujuan Impor (SPI) belum dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan. Namun, ia menargetkan izin tersebut akan keluar dalam waktu dekat.

“Itu yang 100 ribu ton belum kontrak masih keputusan Rakortas. Kalau untuk PI nya belum. Tapi mudah-mudahan bulan ini,” kata dia di sela-sela Rakornas Kementan, Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Lebih lanjut, ia menjelaskan daging kerbau akan dikirim sebanyak 8 ribu ton di tahap pertama. Namun, angka tersebut akan menyesuaikan bila dinilai masih dibutuhkan lebih.

“Diatur kuotanya, sesuai kebutuhan sehingga biaya tidak mahal. Tender pertama diharapkan bisa datang 8 ribu ton. Tapi kalau pesanan banyak ya kita datangkan daging impor lebih banyak,” ungkap dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan keputusan membuka impor daging kerbau dari India dilakukan karena hal tersebut berkaitan dengan neraca perdagangan yang surplus tinggi dengan India.

“Yang sudah kita putuskan adalah impor daging kerbau saja. 100 ribu ton karena kita dengan India surplus perdagangannya gede,” kata Darmin di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (19/12/2018). (fdl/dna)

Artikel Lainnya:

    None Found