fbpx
Berita

BPS: Konsumsi Makanan dan Minuman Tumbuh Melambat

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 tercatat sebesar 5,17%. Sektor konsumsi masih menjadi motor utama penggerak ekonomi Indonesia dengan persentase 56,01%.

“Struktur pertumbuhan ekonomi kita tidak berubah konsumsi rumah tangga 56,01%,” kata Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

Dalam catatan BPS, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,08% atau lebih tinggi dibandingkan kuartal III-2018 5% dan periode yang sama tahun lalu 4,98%. Komponen yang masuk ke dalam konsumsi rumah tangga di antaranya makanan dan minuman selain restoran, pakaian, alas kaki dan jasa perawatannya, perumahan dan perlengkapan rumah tangga, hingga kesehatan dan pendidikan.

“Kita bisa lihat struktur di dalamnya kolom 2 hampir seluruh konsumsi rumah tangga alami peningkatan tumbuh semuanya tapi ada komponen melambat,” ujar Suhariyanto.

Konsumsi makanan dan minuman selain restoran tercatat tumbuh melambat pada 2018 sebesar 4,81% dibandingkan kuartal III-2018 5,22% dan periode yang sama tahun lalu 5,36%. Sektor kesehatan juga melambat hanya tumbuh 4,82% di 2018 atau 5,36% di kuartal III-2018 dan periode yang sama tahun lalu 5,52%.

“Makanan dan minuman selain restoran sekarang tumbuh melambat jadi 4,81%,” tutur Suhariyanto.

Meski demikian, sektor transportasi dan komunikasi tumbuh apik 6,14% di 2018 atau 5,40% di kuartal III-2018 dan 5,04% periode yang sama tahun lalu.

“Di sisi lain transportasi komunikasi dan restoran tumbuh cepat, ada switching dari behavior konsumen rumah tangga ketika makanan jadi mudah diperoleh lewat jasa online pengaruhi ini,” kata Suhariyanto. (ara/dna)

Artikel Lainnya: