fbpx
Berita

Beri Kuliah di Bone, Mentan Bocorkan Rahasia Kaya dan Sukses

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan mahasiswa mempunyai potensi besar untuk ikut menyejahterakan masyarakat. Indonesia adalah negara yang kaya dan tanahnya subur, sehingga dengan menanam cabai dan sayuran sekitar rumah saja dapat menyejahterakan rakyat.

“Mau tahu syarat menjadi sukses dan kaya? Yang pertama jujur, kedua rajin, dan ketiga kerja keras,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Jumat (15/3/2019).

Hal tersebut diungkapkannya saat melakukan kunjungan ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone guna memberikan kuliah umum. Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa agar meraih kesuksesan di kampus hingga setelah lulus.

“Mahasiswa kelak setelah lulus haru menjadi generasi penerus pemimpin. Terlebih kalian adalah mahasiswa IAIN yang berbekal agama dan akhlak yang baik. Kalian harus kerja, jangan tinggalkan ruangan ini kalau tidak sejahtera,” katanya.

Oleh karena itu, Amran meminta mahasiswa agar jangan meminta uang ke orang tua. Menurutnya pada usia dewasa sudah pantas untuk mencari uang sendiri. Mahasiswa harus melatih diri dengan belajar mulai berwirausaha.

“Bisa dengan menjual kangkung, pecel. Tidak ada gengsi. Latih mental, jangan buat proposal-proposal. Orang mulia itu tangan di atas, biasakan mandiri. Setuju?” ujarnya.

Dalam kuliah umum ini Amran juga memaparkan hasil kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) selama 4,5 tahun pemerintah Jokowi-JK. Di antaranya inflasi pangan awalnya 10,57% menjadi 1,26%.

“Kalau inflasi naik, kemiskinan naik dan kalau inflasi turun jauh, petani yang merugi. Ini posisi ideal, ukuran pertumbuhan ekonomian Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya, ekspor pangan naik 29,7% nilainya Rp 1.360 triliun dan investasi naik 110% nilainya Rp 94,2 triliun. Selain itu, kontribusi sektor pertanian meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional (PDB) naik 47,2% nilainya Rp 1.375 triliun.

“Dulu waktu serah terima, ekspor pertanian Rp 400 triliun, ini angka kumulasi, jadi ada kenaikan kurang lebih Rp 100 triliun. Kemudian ada el nino terdahsyat sepanjang sejarah, tapi alhamdulillah kami bisa lewati,” sebutnya.

Menurut Amran, capaian tersebut diraih melalui langkah atau program terobosan, sehingga tidak serta merta terjadi. Di antaranya melalui perubahan kebijakan atau perubahan sistem melalui online single submission, dan pengurusan izin dokumen ekspor yang disusun sesingkat mungkin.

“Dulu mengurus izin bisa butuh waktu 3 tahun, 1 tahun, 3 bulan. Tapi hari ini di Kementan tanpa pungli, kalau kami temukan kami langsung pecat, sekarang mengurus izin hanya butuh 3 jam dan tidak perlu ketemu. Hasilnya investasi naik dan berdampak pada inflasi turun sehingga sektor pertanian, penyumbang terbesar penurunan inflasi,” bebernya.

Lebih lanjut Amran mengungkapkan capaian pembangunan pertanian yang mampu meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP). Kenaikan ini menarik karena dicapai di tengah inflasi tertekan.

“Kenapa? Karena kita mencoba memotong rantai pasok yang cukup panjang, disparitasnya 100 sampai 300%. Ini yang kita tekan agar petani untung, pelaku usaha untung, dan konsumen pun tersenyum. Kita bagi 3 semuanya harus untung,” katanya.

“Dulu gini rasionya atau ketimpangan tinggi, sehingga kemiskinan tinggi karena ada sekelompok orang yaitu middle man yang menguasai pangan. Ini yang kita hentikan lajunya. Hasilnya mafia pangan yang masuk penjara 409 dan 782 yang proses hukum,” ungkap dia.

Tak hanya ini, sambung Amran, capaian sektor pertanian selama 4 tahun yang menarik yakni menurunkan kemiskinan pedesaan dari 17,74 juta orang menjadi 15,81 juta orang. Begitu pun minat mahasiswa terhadap jurusan pertanian meningkat.

“Berdasarkan data Ditjen Dikti, pada 2018 mahasiswa pertanian meningkat 64,16% dibanding 2010 sehingga ini membuktikan sektor pertanian semakin menarik,” ucapnya.

Selanjutnya, Amran menuturkan Kementan telah menghasilkan teknologi jagung 2 tongkol. Juga sapi belgian blue yang merupakan hasil riset puluhan tahun.

“Teknologi baru diteliti 200 tahun, sehingga saya beli ambil spermanya. Subtropis pertama di Indonesia, saya kasih nama Gator Kaca,” tuturnya.

“Mahasiswa jangan takut bertani, apapun jurusannya. Sapi kita 2 tahun 300 kilogram. Tapi ini bisa 1 sampai 2 ton, harganya 200 juta per ekor dan Rp 2 miliar per tahun. Sekarang sudah lahir 400 ekor. Sekali orgasme 4 juta. Sekarang sudah tidak beli. Itu namanya cerdas,” paparnya.

Sementara itu turut hadir dalam kesempatan ini Rektor IAIN Bone Prof Andi Nuzul memberikan apresiasi dan terima kasihnya atas kunjungan Amran. Ia mengakui baru kali ini ada menteri yang datang di kampus IAIN Bone.

“Menteri Agama sudah beberapa kali rencana tapi cancel karena kesibukan. Hari ini tentu segenap civitas akademika IAIN Bone mendapatkan berkah yang luar biasa atas kedatangan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman,” ujar Andi.

Andi menyebutkan Amran merupakan menteri pertama yang datang ke Kampus Hijau sejak berdiri.

“Sejak 1964 IAIN Bone berdiri, ini adalah kunjungan menteri pertama,” sebutnya.

Selain itu, Andi pun menyampaikan terima kasih kepada Amran yang telah menghubungi Dirjen Pendidikan Islam agar memberikan bantuan AC sebanyak 50 unit.

“Kami pun berharap kedatangan Pak Mentan bisa membawa berkah dan bantuan lainnya untuk IAIN Bone,” katanya.

Sebagai informasi dalam kunjungan ini, Amran memberikan bantuan ke IAIN Bone sebanyak 5 unit traktor roda dua dan bibit jagung.

Turut hadir pula Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi, Direktur Alat dan Mesin Pertanian Andi Nur Alam Syah, Wakil Bupati Bone Ambo Dalle, Danrem 141 Toddoppuli Kolonel Inf Suwarno, Ketua DPRD Bone A Akbar Yahya, pimpinan Muspida Bone, serta civitas akademika IAIN Bone. (ega/hns)

Artikel Lainnya:

    None Found