fbpx
Berita

Beda Angka Pengangguran dan Kemiskinan Haiti dengan RI

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut jika Indonesia mirip dengan negara miskin Haiti di Afrika. Padahal Haiti adalah sebuah negara di benua Amerika. Apa saja bedanya Haiti dan Indonesia?

Mengutip www.cia.gov jumlah pengangguran di Haiti tercatat sebanyak 40,6% (data 2010) dari total jumlah penduduk.

Angka ini disebut meningkat jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Lebih dari dua angkatan kerja di Haiti hingga saat ini tidak memiliki pekerjaan formal.

Jumlah populasi penduduk Haiti tercatat 10,79 juta jiwa periode Juli 2018. Pertumbuhan populasi di Haiti rendah karena harapan hidup yang rendah, angka kematian yang tinggi dan distribusi populasi yang tidak sesuai dengan target pemerintah.

Mayoritas penduduk Haiti berusia 25-54 tahun yakni 37,32% atau 1,99 juta jiwa. Kemudian usia 0-14 tahun sebanyak 32,27% atau sekitar 1,74 juta jiwa. Selanjutnya usia 15-24 juta jiwa sebanyak 21,11% atau 1,13 juta jiwa. Untuk penduduk berusia 55-64 tahun sebesar 5,1% atau 262,4 ribu jiwa dan usia 65 tahun ke atas 4,21%.

Kemudian untuk masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan tercatat 58,2%.

Sedangkan di Indonesia Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat per Agustus 2018 angka pengangguran di Indonesia sebesar 5,34% atau setara 7,001 juta orang.

Sebagai informasi, angka pengangguran tersebut berasal dari pendidikan SMK sebesar 11,24%, lulusan SMA sebesar 7,95%, lulusan diploma I/II/III sebesar 6,02%, lulusan universitas sebesar 5,89%, lulusan SMP sebesar 4,80% dan lulusan SD sebesar 2,43%.

Sedangkan untuk jumlah masyarakat miskin Indonesia menurut data Bank Dunia paling tinggi terjadi saat 1999 yaitu mencapai 23,4% terhadap PDB. Setelah itu cenderung menurun hingga 16% terhadap PDB pada 2005.

Namun pada 2006 rasio jumlah masyarakat miskin Indonesia kembali naik menjadi 17,8% terhadap PDB. Setelah itu rasio jumlah masyarakat miskin Indonesia terus menurun.

Dalam data itu menjelaskan bahwa tingkat kemiskinan nasional yang disajikan adalah persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional. Estimasi nasional didasarkan pada estimasi subkelompok bertolak-ukur populasi dan survei rumah tangga.

BPS mencatat untuk persentase penduduk miskin RI pada Maret 2018 sebesar 9,82%. Angka itu setara dengan 25,95 juta penduduk Indonesia yang miskin.

Menurut BPS, selama periode September 2017 hingga Maret 2018, garis kemiskinan RI yang menjadi batas, naik 3,63%. Pada September 2017 batas garis kemiskinan yang digunakan BPS adalah pendapatan Rp 367.160 per kapita per bulan, lalu pada Maret 2018 naik menjadi Rp 401.220 per kapita per bulan.

Tonton juga ‘BPS: Angka Kemiskinan 9,82% Tidak Kecil’:

[Gambas:Video 20detik]


(kil/dna)

Artikel Lainnya:

    None Found