Berita

Asetku Incar Penyaluran Kredit Rp 500 Miliar per Bulan

Liputan6.com, Jakarta – Perusahaan pembiayaan kredit digital berbasis aplikasi, PT Inovasi Digital Pintar (Asetku) menargetkan bisa menyalurkan kredit hingga Rp 500 miliar per bulan pada kuartal II 2019.

Direktur Asetku, Andrisyah Tauladan mengatakan, hingga saat ini, jumlah pendanaan yang berhasil disalurkan kepada peminjam sudah lebih dari Rp 200 miliar. Namun penyaluran tersebut akan terus ditingkatkan hingga Rp 500 miliar per bulan seiring dengan meningkatkan kebutuhan masyarakat akan kredit yang cepat dan mudah.

“Asetku menargetkan pada kuartal II tahun ini, penyaluran dana kepada peminjam mencapai Rp 500 miliar tiap bulannya,” ujar dia di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Sebagai perusahaan yang menghubungkan Pemberi Pinjaman dengan peminjam dari segmen consumer lending, lanjut dia, Asetku optimis mampu memberikan pengembalian dana pokok beserta return kepada pemberi pinjaman melalui aplikasi dengan proses yang cepat dan mudah.

“Setiap pendanaan di Asetku menggunakan fixed return rate, sehingga Pemberi Pinjaman dapat melihat return rate pasti, estimasi jumlah pengembalian beserta besaran return, dan jelas waktu kembalinya,” jelas dia.

Return rate yang ditawarkan di masing-masing tipe pendanaan bervariasi mulai dari 20 persen-24 persen. Tenornya pun beragam dari yang paling singkat 15 hari sampai dengan tenor terlama saat ini yaitu 30 hari.

2 dari 3 halaman

Pendanaan

Petugas menghitung uang rupiah di Bank BRI Syariah, Jakarta, Selasa (28/2). Rupiah dibuka di angka 13.355 per dolar AS, melemah tipis dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.341 per dolar AS. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menurut Andri, siapapun dapat melakukan pendanaan di Asetku karena minimum dana pokok pendanaan cukup terjangkau. “Mulai dari 2 juta rupiah, pemberi pinjaman sudah bisa mendapatkan return dengan meminjamkan dananya kepada peminjam berkualitas” tambah dia.

Selain itu, kata Andri, meski Asetku merupakan pemain baru dalam dunia Fintech, namun sejauh ini jumlah kredir bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) perusahaan masih 0 persen.

“Pengembalian dana pokok maupun return kepada pemberi pinjaman masih diangka 100 persen, artinya belum ada gagal bayar kepada pemberi pinjaman” tandas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: