fbpx
Berita

Apindo Tunggu Langkah Nyata Pemerintah Pangkas Harga Tiket Pesawat

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Liputan6.com, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menunggu langkah konkret pemerintah menekan tingginya harga tiket pesawat.

Salah satunya dengan terkait dengan harga avtur yang saat ini ramai dibicarakan. Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani mengatakan, tingginya harga tiket pesawat menjadi perhatian pengusaha.

Sebab, harga yang tinggi bukan hanya berdampak pada masyarakat, tetapi sektor bisnis seperti bisnis pariwisata dan perhotelan.

“Yang menjadi perhatian kami harga tiketnya. Kemarin di sosial media muncul bahwa harga avtur kita ternyata kompetitif, bahkan dengan Singapura lebih murah,” ujar dia di Kantor Apindo, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Menurut dia, belakangan ini tingginya harga avtur memang dinilai menjadi penyebab dari kenaikan harga tiket.

Namun demikian, dirinya meyakini tidak sepenuhnya kenaikan tersebut disebabkan oleh harga avtur.

“Yang menjadi permasalahan kita harus kembali ke substansi masalahnya yaitu harga tiket kita ini ada kenaikan. Seperti Garuda memang tidak bilang harganya naik, tapi menghilangkan tiket promonya. Lion Air juga kenaikan tiketnya memang relatif tidak seberapa tetapi mereka mengenakan ketentuan bagasi berbayar, itu juga naiknya rata-rata mengambil standar 15-20 kg itu 40 persen juga naiknya. Jadi sebetulnya kondisinya itu,” ujar dia.

Oleh sebab itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indnesia (PHRI) ini meminta ‎pemerintah dan pihak-pihak terkait seperti Pertamina dan maskapai untuk segera menyelesaikan masalah ini.

Jika harga tiket pesawat terlalu tinggi, akan berdampak juga terhadap perekonomian di daerah, khususnya yang mengandalkan sektor pariwisata.

“Kami imbau untuk Pertamina dan airlines tolong kita bicara substansi yang pokok, yaitu harga tiket itu bagaimana. Karena yang mengeluh bukan hanya PHRI tapi masyarakat. Karena dengan kejadian seperti ini, otomatis perjalanan masyarakat berkurang. Nah kalau berkurang, semua (hotel) kena, tidak hanya yang di daerah, di jakarta berkurang karena orang daerah juga membatalkan perjalannya ke Jakarta,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Jokowi Ungkap Penyebab Mahalnya Tiket Pesawat

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjukkan foto saat menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada seribu warga Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku kaget saat mengetahui harga tiket penerbangan nasional mengalami kenaikan signifikan. Mahalnya tiket pesawat ini juga dikeluhkan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani.

“Berkaitan dengan harga tiket pesawat, saya terus terang kaget,” ujar Jokowi saat menghadiri Gala Dinner PHRI di Hotel Sahid Jakarta, Senin 11 Februari 2019.

Mahalnya harga tiket maskapai nasional ini dikarenakan harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal 30 persen lebih mahal dari harga internasional. 

“Karena monopoli, harga jadi tidak kompetitif, bandingkan harga avtur disitu dengan yang di dekat-dekat lain, terpaut kurang lebih 30-an persen,” katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berjanji bahwa permasalahan tersebut bakal segera dibenahi. Sehingga tercipta daya saing yang sehat dan akhirnya harga tiket maskapai menjadi kompetitif.

“Kalau ini terus-teruskan (dibiarkan mahal), ya nanti pengaruhnya ke harga tiket pesawat. Karena harga avtur itu menyangkut 40 persen dari cost yang ada di tiket pesawat,” jelasnya.

Jokowi mengatakan akan memberi pilihan kepada Pertamina apakah bisa memberikan harga yang sama dengan harga internasional. Apabila Pertamina tak bisa, dia akan memberikan kesempatan ke perusahaan lain yang dapat menjual avtur di Indonesia.

“Kalau tidak bisa saya akan masukkan kompetitor lain sehingga terjadi kompetisi,” ucapnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Lainnya: