fbpx
Berita

Ada Layanan Online, 1.500 Izin Diproses Setiap Hari

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

Jakarta – Sejak awal tahun ini layanan perizinan online terintegrasi atau online single submission (OSS) telah dipindahkan dari Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian ke Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga langsung mengecek operasi OSS di BKPM.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution yang ikut dalam kunjungan itu menilai, perpindahan layanan OSS selama ini sudah berjalan dengan baik.

“Pindah dan berjalan tidak ada masalah berjalan dengan baik. Offline-nya masih ada kan itu masih akan perlu kita bereskan UU-nya mungkin beberapa yang kita akan cari jalan untuk mengamandemennya,” tuturnya di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (14/1/2018).

Menurut Darmin, sejak adanya OSS proses pengurusan perizinan meningkat cukup besar. Dalam sehari OSS bisa melayani 1.500 izin permulaan atau izin prinsip.

“Sekarang sehari bisa 1.500 dulu tidak pernah bisa sebanyak itu. Sekarang meningkat banyak pokoknya,” tambahnya.

Berdasarkan arahan Presiden, layanan OSS itu nantinya akan diintegrasikan dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di daerah. Pihaknya pun akan mengumpulkan para gubernur, wali kota serta bupati terkait niatan integrasi itu.

“Beliau minta supaya ada acara BKPM nanti mengundang gubernur, bupati, wali kota untuk kemudian bapak presiden menyampaikan arahan supaya OSS berjalan seperti yang direncanakan. Kita sedang membicarakan dengan Pak Tom (Kepala BKPM) kapan mengundang gubernur bupati wali kota dan sebagainya,” terang Darmin.

Menurut Darmin, saat ini OSS memang belum terlihat dampaknya terhadapa realisasi investasi. Sebab setelah proses perizinan OSS, masih ada beberapa proses perizinan lainnya hingga ke tahap realisasi investasi.

“Ini kan dampak masih perlu realisasi investasi. Ini memudahkan proses perizinan, setelah itu dia punya terbuka kesempatan untuk melaksanakan investasi dan pelaksanaan investasi masih perlu beli tanah masih perlu macam-macam. Investasi itu terealisasi 2 tahun 3 tahun yang menegah sampai yang besar. Yang menengah mungkin 1 tahun bisa tapi kalau yang besar bisa 4-5 tahun,” tutupnya. (das/hns)

Artikel Lainnya:

    None Found