fbpx
Berita

Ada Dana Desa, Kemiskinan Lampung Turun 1,21 Persen

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)–Program dana desa yang digulirkan pemerintah berdampak positif pada penurunan angka kemiskinan di Lampung sebesar 1,21 persen. Angka itu dilihat dari perubahan pada Maret tahun 2015 dengan persentase 14,35 persen menjadi  13,14 persen dibulan Maret 2018.

Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Lampung, Mas’ud Rifai menjelaskan angka kemiskinan diukur dua kali dalam setahun, yaitu Maret dan September. “Kadang dari Maret ke September turun, tetapi Maret tahun 2017 ke 2018 nya naik,” kata dia diruang kerjanya, Jumat (10/8/2018).

Untuk melihat pengaruh bantuan sosial terhadap kemiskinan perlu diteliti lebih lanjut. Sebab, program yang digulirkan harus tepat menyasar pada objek masyarakat miskin. Namun, secara teoritis program tersebut tentu akan berpengaruh pada angka kemiskinan dengan melihat nilai kebutuhan dasarnya yang saat ini sebesar Rp402.307.

“Kalau untuk pengaruhnya secara signifikan belum tentu. Tergantung dari yang terintervensi. Kalau programnya tidak memenuhi kebutuhan dasar, maka belum tentu berpengaruh secara langsung juga. Dana desa ini menyasar langsung ke objek miskin atau tidak, itu harus dikaji lagi,” ujarnya.

Dia memberi contoh penggunaan dana untuk pembangunan infrastruktur jalan. Anggaran itu tidak dirasakan secara langsung kepada masyarakat miskin, karena dinikmati bagi seluruh warga. Disisi lain ada program keluarga harapan (PKH) yang langsung menyasar untuk memenuhi kebutuhan penduduk miskinnya.

“Kalau untuk penilaian didatanya, PKH akan lebih berpengaruh. Kalau dana desa dibuat jalan yang bagus. Penikmatnya cenderung kategori bukan miskin, yaitu pemilik mobil dan itu pasti bukan orang miskin. Memang jalan bagus dari dana desa itu ada pengaruhnya, tetapi tidak langsung ke penduduk miskinnya,” tuturnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS

KOMENTAR

Artikel Lainnya: