fbpx
Berita

Abu Janda Bakal Paksa Facebook Klarifikasi Tuduhan Saracen

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

VIVA – Facebook telah membalas surat somasi Permadi Arya atau populer disebut Abu Janda. Dalam surat tersebut Facebook pusat menolak permintaan klarifikasi tuduhan Abu Janda merupakan bagian dari sindikat jaringan Saracen.

Pengacara Permardi Arya, Finsensius Mendrofa mengatakan belum puas dengan jawaban dan respons Facebook tersebut. Dia menilai Facebook tidak secara tegas mengklarifikasi tuduhannya terhadap klien mereka.

Namun demikian, Finsen menjelaskan, Facebook membuka pintu pemulihan akun Permadi Heddy Setya yang diretas oleh hacker pada September 2018. 

“Facebook memberikan link khusus untuk memulihkan akun Permadi Heddy Setya,” ujar Finsen kepada VIVA, Rabu 13 Februari 2019. 

Sebagai respons atas surat Facebook, Finsen mengatakan, timnya nanti siap membalas surat tanggapan tersebut. Dalam surat balasan nanti, kubunya tetap mendesak Facebook untuk mengeluarkan klarifikasi atas tuduhan terhadap Permadi sebagai sindikat Saracen. 

“Kami meminta untuk dipertegas klarifikasi bahwa klien kami bukan sindikat saracen,” ujarnya,

Jika nanti Facebook kukuh tidak mengklarifikasi dan meminta maaf kepada Permadi Arya, Finsen mengatakan tim hukumnya akan menyeret Facebook ke meja hijau. 

“Kami sudah pertimbangkan untuk menyelesaikan secara hukum baik gugatan perdata maupun laporan polisi,” tegasnya. 

Dalam somasi yang disampaikan ke Facebook Indonesia pertengahan pekan lalu, Permadi Arya menuntu Facebook untuk memulihkan atau menghidupkan kembali akun dan fanspage miliknya yang diblokir karena dituding terkait dengan jaringan Saracen. 

Selain itu Permadi juga menuntut Facebook untuk membersihkan namanya dari Saracen. Permadi menegaskan dia bukan dari Saracen, malah dia merupakan korban. Permadi membeberkan bukti akun Facebooknya diretas dan dikendalikan oleh peretas yang mengatasnamakan Saracen.

Nama Permadi Arya tersangkut dalam jaringan Saracen muncul dalam rilis resmi News Room Facebook itu, media sosial populer ini menegaskan mereka memblokir sejumlah akun tersebut berdasarkan perilaku akun tersebut, bukan berlandaskan konten yang mereka posting. 

Facebook menegaskan, dalam kasus blokir akun ini, media sosial populer ini mendeteksi orang-orang di balik akun tersebut berkoordinasi satu sama lain dan menggunakan akun palsu untuk mewakili diri mereka sendiri. 

Dalam daftar blokir tersebut, akun Permadi Arya termasuk dari lima akun yang masuk dalam daftar Saracen. Keempat nama akun lainnya yang diblokir yakni Kata Warga, Darknet ID, berita hari ini dan ac milan indo. Akun-akun ini diblokir karena terpantau punya perilaku tidak wajar.

“Itulah dasar dari tindakan kami,” tulis Facebook dalam News Room mereka. 

Dalam tindakan tersebut, Facebook memblokir 207 halaman Facebook, 800 akun dan 546 grup serta 208 akun Instagram. Dalam jawabannya, Facebook Indonesia mengaku siap menerima keluhan dan kritikan atas tindakan yang mereka lakukan. (dhi)

Artikel Lainnya:

    None Found