fbpx
Berita

8 Negara Bahas Kanker Ganas Karsinoma Nasofaring di Medan

Berita ini terbit pertama kali pada tautan ini.

VIVA – Sebanyak 1.500 peserta dari delapan negara mengikuti konferensi internasional membahas soal kanker ganas pada The 1st International Conference of Nasopharyngeal Carcinoma yang digelar di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU),  6-7 Desember 2018.

Konferensi internasional merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Unggulan Iptek Karsinoma Nasofaring Universitas Sumatera Utara (PUI KNF USU). Para peserta yang berlatar belakang ilmu kesehatan itu, berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, Thailand, Timor-Timor, Filipina dan Hong Kong.

Ketua Panitia The1stInternational Conference of Nasopharyngeal Carcinoma, Dr. dr. Farhat,  mengungkapkan dalam acara ini, tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada peneliti, ilmuwan, mahasiswa dan praktisi medis untuk menyajikan dan berbagi inovasi terbaru dalam penelitian medis mengenai karsinoma nasofaring.

“Konfrensi ini, sebagai wadah kepada peneliti, ilmuwan, mahasiswa dan praktisi medis untuk berdiskusi, berbagi, bertukar pikiran dan memperluas pengetahuan, pandangan, dan kemajuan baru dalam penelitian karsinoma nasofaring,” kata Farhat dalam pembukaan Konfrensi Internasional tersebut, di Auditorium USU di Medan, Kamis sore, 6 Desember 2018.

Farhat menjelaskan Karsinoma Nasofaring  merupakan kanker yang berasal dari sel epitel nasofaring di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. KNF adalah tumor ganas Telingga, Hidung, Tenggorokan (THT)  yang paling banyak dijumpai di Indonesia. 

“KNF termasuk lima besar tumor ganas. Sedangkan di daerah kepala dan leher, KNF menduduki tempat pertama dengan persentase hampir 60 persen,” kata Farhat.

Rektor USU, Prof Runtung Sitepu mengungkapkan melalui The 1st International Conference of Nasopharyngeal Carcinoma digelar bisa digunakan dan diharapkan dosen dan peneliti, khususnya yang berasal dari USU, yang mengikuti kegiatan konferensi dapat melahirkan ide-ide karya-karya tulis ilmiah yang bermanfaat dan berkualitas serta mampu menembus jurnal publikasi ilmiah bereputasi.

“Hal ini, untuk meningkatkan kapasitas keilmuannya. Selain sebagai bagian dari tanggung jawab profesional akademisi dan pelaksanaan salah satu penjabaran dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, juga dapat menjadi wahana penyebaran dan pertukaran informasi ilmiah,” tutur Runtung.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah menambahkan sebagaimana yang telah di ketahui dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh para ahli dan praktisi kesehatan, bahwa Karsinoma Nasofaring merupakan salah satu dari lima jenis penyakit kanker ganas yang sering ditemui di Indonesia.

Artikel Lainnya: